Sampah Jadi Sumber Ekonomi melalui Bank Sampah

  • 22 Apr 2026 10:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak – Peringatan Hari Bumi Internasional 2026 dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong transformasi pengelolaan sampah menjadi sumber daya ekonomi. Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak masyarakat memanfaatkan bank sampah sebagai solusi pengelolaan berbasis ekonomi sirkular.

Plt. Sekretaris DLH Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, mengatakan bahwa konsep menabung sampah kini mulai diterapkan di berbagai desa. Program ini memungkinkan masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dipilah sejak dari rumah.

Menurutnya, bank sampah telah terbentuk di seluruh desa di Kabupaten Lebak, didukung dengan peraturan desa yang mewajibkan pengelolaan sampah skala lokal. Hal ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

“Jadi nabung sampah dalam bentuk sampah tetapi diuangkan. Sampah yang memiliki nilai ekonomis ditabungkan di bank sampah dan bisa dicairkan dalam bentuk uang,” ujarnya dalam dialog pagi bersama RRI Banten pada Rabu 22 April 2026.

Ia menjelaskan, sistem bank sampah cukup sederhana. Masyarakat hanya perlu memilah sampah bernilai ekonomis, seperti plastik atau kertas, kemudian menyetorkannya ke bank sampah untuk ditimbang dan dicatat sebagai tabungan.

Program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Bahkan, pengalaman internal di lingkungan DLH menunjukkan bahwa aktivitas menabung sampah dapat menghasilkan pendapatan tambahan yang cukup signifikan dalam satu tahun.

Selain bank sampah, konsep pengelolaan terpadu melalui TPS3R juga terus dikembangkan. Sistem ini bertujuan mengurangi volume sampah sejak dari sumbernya dengan mengedepankan prinsip reduce, reuse, dan recycle.

Pemerintah daerah berharap partisipasi masyarakat terus meningkat dalam program ini. Tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi anggota bank sampah, sehingga seluruh warga dapat terlibat aktif dalam gerakan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi sebagai potensi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....