Tergiur Investasi, Seorang ASN di Pandeglang Jadi Korban Penipuan
- 20 Apr 2026 21:27 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang berinisial YH menjadi korban penipuan investasi bodong berbasis aplikasi. Akibat aksi kriminalitas siber tersebut, korban harus menelan kerugian materiil mencapai kurang lebih Rp200 juta.
Kasus ini mulai terungkap setelah sebelumnya beredar kabar viral di media sosial terkait dugaan tindakan tidak senonoh yang menyeret nama korban. Namun, setelah dilakukan pendalaman, diketahui bahwa narasi tersebut merupakan bagian dari skema scamming dan korban justru merupakan pihak yang dirugikan secara finansial oleh pelaku penipuan.
YH menceritakan bahwa peristiwa memprihatinkan ini bermula dari perkenalan melalui media sosial Facebook pada pertengahan Ramadan lalu. Pelaku yang menggunakan identitas palsu kemudian menggiring korban untuk berkomunikasi via WhatsApp dan menawarkan investasi melalui aplikasi bernama Pandabit dengan janji keuntungan menggiurkan.
Ia mengatakan dalam modusnya, pelaku mengarahkan korban untuk berkomunikasi dengan pihak yang disebut sebagai "konsultan". Kemudian korban diminta menyetorkan sejumlah uang sebagai deposit awal dan dijanjikan imbal balik berupa koin digital yang diklaim setara dengan ribuan dolar Amerika Serikat.
"Awalnya saya dijanjikan keuntungan sekitar Rp8 juta, namun diminta membayar komisi 30 persen. Pada sesi berikutnya, janji keuntungan meningkat hingga belasan juta rupiah. Karena terpengaruh bujuk rayu pelaku, saya akhirnya membayar komisi tersebut," ujar YH, Senin 20 April 2026.
Namun menurutnya setelah melakukan beberapa kali transaksi pembayaran komisi, keuntungan yang dijanjikan tidak kunjung cair. Selain kehilangan uang, korban juga sempat memberikan dokumen pribadi berupa KTP kepada pelaku sebagai syarat pendaftaran akun pada aplikasi bodong tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan visual pada aplikasi yang digunakan, platform tersebut menampilkan antarmuka yang menyerupai bursa investasi kripto profesional. Namun, saldo dan perolehan koin yang tertera diduga kuat hanya angka fiktif yang sengaja diciptakan untuk mengelabui korban agar terus menyetorkan uang.
Ia pun berpesan untuk menjadikan kejadian tersebut menjadibalarm bagi masyarakatluas, khususnya di Kabupaten Pandeglang, agar tidak mudah percaya pada tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan instan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....