Bank Sampah Jadi Edukasi Lingkungan Bagi Anak
- 16 Apr 2026 10:54 WIB
- Banten
Poin Utama
- AGIS Kindergarten menggelar kegiatan Bank Sampah dalam rangka memperingati Hari Bumi.
- Menjadi sarana edukasi sekaligus praktik langsung pengelolaan sampah bagi anak-anak.
- Konsep 3R (reduce, reuse, recycle) diperkenalkan sebagai dasar kebiasaan ramah lingkungan.
RRI.CO.ID, Serang - Dalam rangka menyambut peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, Assa'adah Global Islamic School (AGIS) Kindergarten menggelar kegiatan Bank Sampah sebagai upaya menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga bentuk nyata pembelajaran pengelolaan sampah bagi anak-anak.
Headmaster AGIS Kindergarten, Neneng Runtasih mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya mengenalkan anak pada konsep menjaga lingkungan sejak dini. Menurutnya, Hari Bumi menjadi momentum yang tepat untuk memberikan pemahaman bahwa sampah harus dikelola dengan baik dan tidak dibuang sembarangan.
“Melalui kegiatan bank sampah, anak-anak dikenalkan pada konsep 3R, yaitu reduce, reuse, dan recycle. Ini menjadi dasar pembentukan kebiasaan ramah lingkungan sejak kecil,” ujar Neneng, Kamis, 16 April 2026.
Neneng menjelaskan, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab pada anak. Selain itu, program tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah di lingkungan sekolah melalui pengelolaan yang lebih bijak serta melibatkan peran aktif orang tua.
Neneng menuturkan, tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembiasaan memilah sampah, baik organik, anorganik, maupun B3. “Anak-anak diharapkan memahami bahwa sampah memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik, sehingga dapat menumbuhkan sikap kreatif dan menghargai lingkungan,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan bank sampah dilakukan melalui pendekatan langsung atau learning by doing. Anak-anak dilibatkan dalam proses mengumpulkan, memilah, hingga menabung sampah. Hal ini dinilai efektif dalam membentuk kebiasaan positif serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini juga membentuk disiplin dan konsistensi anak, misalnya melalui rutinitas seperti Jumat bersih. Dari situ tumbuh rasa peduli dan cinta terhadap lingkungan sekitar,” kata Neneng.
Neneng menyebut, kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta diri. Anak-anak tampak senang dan penasaran saat mengikuti kegiatan, terlebih ketika dikemas dengan metode bermain yang menarik. Mereka juga merasa bangga saat dapat menabung sampah dan melihat hasilnya.
“Anak-anak menjadi lebih aktif dan bersemangat karena dilibatkan langsung. Bahkan, kegiatan ini juga menumbuhkan kerja sama antar teman,” ucap Neneng.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....