Kementan Gandeng IPB Survei Sawah Baru di Lebak
- 09 Apr 2026 20:06 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan akademisi dari untuk melakukan survei pencetakan sawah baru di Kabupaten Lebak
- Pelaksanaan survei difokuskan pada lahan-lahan yang dinilai layak untuk pencetakan sawah baru.
- Distan Lebak telah menginstruksikan petani agar melakukan percepatan tanam pada tahun 2026.
- Targetnya, luas tanam bisa melampaui 130.000 hektare. Dari target tersebut, diharapkan produksi beras mencapai 400.000 ton
RRI.CO.ID, Lebak - Kementerian Pertanian (Kementan) melibatkan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk melakukan survei pencetakan sawah baru di Kabupaten Lebak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan, daerahnya memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan nasional. Hal ini didukung oleh ketersediaan lahan yang luas.
“Kami mengapresiasi Lebak akan dijadikan daerah lumbung pangan nasional, karena didukung lahan luas,” kata Deni, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini masih banyak lahan di Kabupaten Lebak yang belum produktif. Padahal, jika dikelola dengan baik, lahan tersebut dapat menjadi sentra produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Menurutnya, kehadiran tim akademisi dari IPB merupakan penugasan langsung dari sebagai tenaga teknis. Mereka bertugas melakukan survei investigasi dan desain atau SID.
Survei tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan teknis. Tujuannya untuk mengumpulkan data serta menganalisis kondisi lapangan secara menyeluruh. Selain itu, survei juga digunakan untuk merancang spesifikasi infrastruktur sebelum proyek fisik dilaksanakan. Hal ini penting agar pengembangan sektor pertanian berjalan lebih modern dan berkelanjutan.
Pelaksanaan survei difokuskan pada lahan-lahan yang dinilai layak untuk pencetakan sawah baru. Kriteria utamanya meliputi ketersediaan sumber air, baik dari aliran sungai maupun mata air.
Deni mengungkapkan, potensi pencetakan sawah baru di Kabupaten Lebak mencapai ratusan hektare. Ia optimistis, program ini akan berkontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional.
“Kami meyakini adanya survei dari IPB itu dipastikan jumlah areal sawah di daerah ini akan bertambah, sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi pangan,” ujarnya.
Untuk mendukung target tersebut, pihaknya telah menginstruksikan petani agar melakukan percepatan tanam pada tahun 2026. Targetnya, luas tanam bisa melampaui 130.000 hektare. Dari target tersebut, diharapkan produksi beras mencapai 400.000 ton. Jumlah ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menciptakan surplus pangan di daerah.
"Kami minta petani ke depannya agar meningkatkan indeks pertanaman dari 2,65 menjadi 3,00 musim tanam dalam setahun, sehingga bisa tanam seluas 156.000 hektare dari luas sawah baku 52.000 hektare,” ucapnya.
Dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras di Kabupaten Lebak rata-rata mencapai 180 ribu ton per tahun. Artinya, terdapat surplus sekitar 220 ribu ton yang bisa menjadi cadangan.
Selain untuk ketahanan pangan, produksi beras juga menjadi penopang kesejahteraan petani. Terlebih, harga eceran tertinggi (HET) beras saat ini mencapai Rp12.500 per kilogram.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....