Tagih Janji Bupati, Warga Blokir Akses TPSA Bangkonol

  • 07 Apr 2026 19:00 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Warga di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bangkonol, Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, kembali melakukan aksi pemblokiran akses masuk utama pada Selasa 7 April 2026. Aksi ini merupakan bentuk protes keras masyarakat terhadap kondisi pencemaran lingkungan yang dinilai semakin parah, mulai dari bau menyengat hingga limbah yang diduga mencemari aliran air di sekitar pemukiman warga.

Masyarakat menganggap Pemerintah Kabupaten Pandeglang tidak konsisten dalam memenuhi janji terkait tata kelola sampah yang lebih baik.

Salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut, Ahmad Yani mengungkapkan, tumpukan sampah bahkan sempat berserakan hingga pintu gerbang TPSA pada pekan lalu dengan radius bau mencapai tiga kilometer. Ia menilai manajemen pengelolaan sampah internal daerah saat ini sudah dalam tahap yang memprihatinkan.

"Kami menilai Pemda Pandeglang inkonsisten. Dulu Bupati sudah berjanji akan melakukan tata kelola yang baik untuk TPSA Bangkonol, tapi kenyataannya justru semakin buruk. Sangat ironis, mengelola sampah dari dalam daerah saja mereka tidak becus," kata Yani, Selasa 7 April 2026.

Selain menutup pintu gerbang, warga juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan buruknya manajemen pengelolaan sampah di lokasi tersebut. Aksi teatrikal ini dipicu oleh kekecewaan warga atas alasan-alasan teknis yang diterima dari para pemangku kebijakan, termasuk persoalan ketersediaan BBM jenis solar untuk operasional alat berat di TPSA yang dinilai menghambat proses penataan sampah.

"Kami akan memblokir sampai Bupati mendatangi kami warga Bangkonol, untuk melakukan penandatanganan komitmen bersama," katanya.

Yani menegaskan, pemblokiran akses ini akan terus dilakukan hingga ada komitmen tertulis dan langkah konkret dari pemerintah daerah. Mereka menuntut Bupati Pandeglang untuk turun langsung menemui masyarakat Desa Bangkonol guna menandatangani kesepakatan bersama terkait perbaikan sistem pengelolaan sampah agar tidak lagi merugikan kesehatan dan lingkungan warga sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....