Pemkab Lebak Percepat Betonisasi Jalan Tahun Ini

  • 05 Apr 2026 22:28 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan melalui program rekonstruksi berbasis betonisasi pada tahun 2026
  • Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah Lebak
  • Selain fokus pada jalan kabupaten, Pemkab Lebak juga memberikan perhatian besar terhadap pembangunan jalan poros desa.
  • Kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya.
  • Melalui program betonisasi ini, Pemkab Lebak menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur secara signifikan.

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan melalui program rekonstruksi berbasis betonisasi pada tahun 2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

Pada tahun ini, program betonisasi menyasar 11 ruas jalan kabupaten serta 42 titik jalan poros desa yang tersebar di berbagai wilayah. Upaya ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang lebih layak dan tahan lama.

Salah satu ruas yang saat ini tengah dikerjakan adalah jalan Cibungur–Sindangwangi sepanjang 1 kilometer. Pengerjaan dilakukan dengan spesifikasi teknis yang cukup tinggi guna memastikan kualitas dan daya tahan jalan. Ruas tersebut dibangun dengan lebar 4,5 meter dan ketebalan beton mencapai 20 sentimeter. Spesifikasi ini dinilai mampu menopang beban kendaraan serta meminimalisasi kerusakan dalam jangka panjang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak, Dade Yan Apriandi, menjelaskan pelaksanaan proyek dilakukan secara bertahap. “Untuk ruas Cibungur–Sindangwangi panjangnya 1 kilometer, dengan lebar 4,5 meter dan ketebalan beton 20 sentimeter. Pekerjaan ini kami bagi dalam beberapa segmen agar penanganannya lebih efektif sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya, Minggu, 5 Aptil 2026.

Menurutnya, pembagian segmen ini bertujuan agar pengerjaan dapat lebih tepat sasaran. Setiap titik yang mengalami kerusakan parah akan diprioritaskan lebih dulu.

Ia menegaskan, meskipun pengerjaan dilakukan di beberapa titik berbeda, total panjang penanganan tetap sesuai rencana awal. “Secara keseluruhan panjang penanganan tetap 1 kilometer, hanya saja pelaksanaannya tidak terpusat di satu titik, melainkan disesuaikan dengan prioritas kerusakan yang harus segera ditangani,” katanya.

Selain fokus pada jalan kabupaten, Pemkab Lebak juga memberikan perhatian besar terhadap pembangunan jalan poros desa. Infrastruktur ini dinilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat pedesaan.

Sebanyak 42 titik jalan desa masuk dalam program betonisasi tahun ini. Jalan-jalan tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dade menekankan pembangunan jalan desa memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Akses yang baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.

“Jalan poros desa ini sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat dalam beraktivitas, baik untuk distribusi hasil pertanian, mobilitas warga, maupun akses terhadap layanan dasar,” kata dia.

Kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya. Ia menilai pembangunan jalan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi bagaimana kita membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan dasar bagi masyarakat secara lebih merata,” ucapnya.

Melalui program betonisasi ini, Pemkab Lebak menargetkan peningkatan kualitas infrastruktur secara signifikan. Dengan akses jalan yang semakin baik, mobilitas masyarakat diharapkan lebih lancar dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....