Distan Lebak Ajak Petani Gunakan Benih Tahan Kekeringan
- 02 Apr 2026 14:02 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten mengajak para petani untuk mulai menanam benih padi varietas tahan kekeringan guna menghadapi musim kemarau
- Untuk lahan darat atau padi gogo, petani dianjurkan menggunakan varietas Situ Bagendit
- beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain Inpari 32, Inpari 42, dan Inpago 8 yang dinilai lebih toleran terhadap keterbatasan air
- luas tanam padi pada April 2026 mencapai 14.880 hektare dengan penggunaan benih unggul tahan kekeringan.
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak mengajak para petani untuk mulai menanam benih padi varietas tahan kekeringan guna menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada April hingga Agustus 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas produksi pangan dan mencegah terjadinya puso atau gagal panen di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, mengatakan antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar sektor pertanian tetap produktif. “Kami mengajak petani untuk melakukan gerakan penanaman padi dari Maret sampai Agustus menggunakan benih varietas tahan kekeringan,” ujarnya, Kamis, 2 April 2026.
Menurut Deni, beberapa varietas yang direkomendasikan antara lain Inpari 32, Inpari 42, dan Inpago 8 yang dinilai lebih toleran terhadap keterbatasan air. Ia menjelaskan varietas tersebut memiliki daya adaptasi yang baik di lahan dengan kondisi air terbatas, sehingga tetap mampu menghasilkan produksi optimal.
“Dengan pengaturan waktu tanam dan teknik budidaya yang tepat, produksi padi di sawah tadah hujan masih bisa terjaga meskipun musim kemarau,” katanya.
Pihaknya juga telah melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi kekeringan, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga penguatan sistem peringatan dini.
“Kami juga mengoptimalkan pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi, dan percepatan tanam di sentra produksi,” kata Deni.
Untuk lahan darat atau padi gogo, petani dianjurkan menggunakan varietas Situ Bagendit yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian. Varietas tersebut dinilai mampu berproduksi dengan baik meskipun ditanam pada musim kemarau dengan kondisi air yang terbatas.
Saat ini, pengembangan padi di lahan darat terus meningkat dan telah tersebar di hampir 28 kecamatan di Kabupaten Lebak.
Deni juga menyebutkan pihaknya menargetkan luas tanam padi pada April 2026 mencapai 14.880 hektare dengan penggunaan benih unggul tahan kekeringan. “Kami optimistis target tanam dapat tercapai dengan dukungan petani dan penggunaan varietas unggul,” katanya.
Sementara itu, seorang petani di Kecamatan Cimarga, Abdul Syukur, mengaku telah mulai menggarap lahan persawahan bersama kelompoknya. Ia mengatakan lahan seluas sekitar 50 hektare di wilayahnya akan ditanami padi pada awal April 2026.
“Kami menggunakan benih Inpago 8 dan Inpari 42 karena tahan kekeringan dan tetap bisa menghasilkan panen di musim kemarau,” ujarnya.
Diharapkan produksi pangan di Kabupaten Lebak tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau panjang
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....