PB Al-Khairiyah Perkuat Solidaritas Muslim Bersama Dubes Iran
- 31 Mar 2026 14:47 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah menggelar silaturahmi dan halalbihalal bersama Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Kampus Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, Senin, 30 Maret 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jembatan ukhuwah islamiyah dan menggaungkan pesan perdamaian dunia.
Dalam acara tersebut, kedua belah pihak menyampaikan pandangan mendalam mengenai kondisi geopolitik dan pentingnya persatuan umat muslim di tingkat global.
Ketua Umum PB Al-Khairiyah, Ali Mujahidin menegaskan, esensi persaudaraan sesama muslim tidak boleh terhalang oleh perbedaan kelompok atau mazhab. Menurutnya, umat Islam saat ini harus fokus memberikan dukungan nyata terhadap sesama muslim yang sedang tertindas di berbagai belahan dunia.
"Rasulullah tidak pernah membahas soal sekat-sekat yang memisahkan kita, melainkan lebih menekankan bahwa sesama muslim adalah saudara. Karena itu, penderitaan yang dialami saudara kita di Gaza, Palestina, maupun di Iran adalah penderitaan kita bersama," ujar Ali Mujahidin dalam sambutannya.
Ali juga mengajak seluruh keluarga besar Al-Khairiyah untuk mengambil langkah konkret. Ia mengimbau jemaah untuk terus mendoakan keselamatan umat, melakukan boikot terhadap produk yang menyokong ketidakadilan, serta bijak menggunakan media sosial guna mengonter segala bentuk propaganda yang merusak perdamaian dunia.
Sementara itu, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kehangatan sambutan keluarga besar Al-Khairiyah dan masyarakat Indonesia secara umum.
Boroujerdi meluruskan narasi keliru yang kerap beredar mengenai konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa apa yang dihadapi saat ini bukanlah persoalan sentimen agama, melainkan perlawanan terhadap gerakan rasisme sistematis dan penjajahan yang merampas hak-hak kemanusiaan.
"Ketika bom dijatuhkan, mereka tidak bertanya apakah Anda anak-anak, orang dewasa, Sunni, Syiah, atau bahkan non-muslim. Mereka menyerang siapa saja. Kami tidak berperang melawan sebuah agama. Yang kami lawan adalah sebuah proyek rasisme dan penjajahan yang merampas tanah serta hak hidup saudara kita di Palestina," ujarnya.
Acara ini juga diisi dengan sesi dialog interaktif. Sejumlah akademisi Al-Khairiyah menyatakan kesiapan mereka untuk menjajaki kerja sama di bidang pendidikan, riset, serta pengembangan sains dan teknologi dengan berbagai universitas di Iran pada masa mendatang. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan umat Islam dan penyerahan cenderamata khas Banten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....