Penyataan Bupati Lebak Picu Keretakan Hubungan dengan Wakilnya

  • 31 Mar 2026 11:08 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Ucapan Bupati Lebak mengenai Wabup mantan narapidana menuai konflik antara keduanya
  • Bupati Lebak menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menghina atau merendahkan Wakil Bupati
  • Situasi ini pun menjadi perhatian publik dan berbagai kalangan

RRI.CO.ID, Lebak - Kisruh konflik antara Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lebak kembali mencuat ke publik dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Perseteruan ini dipicu oleh pernyataan Bupati Lebak dalam sebuah acara resmi yang dianggap menyinggung Wakil Bupati, dan kini menjadi sorotan masyarakat setelah pernyataan kontroversial yang disampaikan di hadapan publik.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara halal bihalal Pemerintah Kabupaten Lebak pada Senin, 30 Maret 2026. Dalam acara tersebut, Bupati Hasbi menyebut Wakil Bupati Amir Hamzah sebagai mantan narapidana. Ucapan ini kemudian memicu reaksi keras dari Wakil Bupati yang merasa pernyataan itu tidak pantas disampaikan di ruang publik.

Amir Hamzah kepada awak media usai walkout dari kegiatan mengungkapkan, pernyataan tersebut bukan pertama kali dilontarkan oleh Bupati. Ia menyebut setidaknya sudah dua kali dirinya disebut sebagai mantan narapidana dalam forum terbuka. "Pak Bupati sudah dua kali menyampaikan hal itu di depan publik. Saya menilai itu sebagai bentuk penghinaan yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang kepala daerah," ujar Amir.

Menurut Amir, setiap individu memang memiliki masa lalu, namun tidak semua hal layak diungkapkan di ruang publik, terlebih dalam forum resmi pemerintahan yang dihadiri masyarakat luas. "Setiap orang punya masa lalu, tapi tidak untuk diumbar kepada publik. Apalagi dalam forum resmi seperti itu," ucapnya.

Terlepas dari polemik tersebut, Amir menegaskan dirinya tetap berupaya menunjukkan kinerja terbaik sebagai Wakil Bupati demi kepentingan masyarakat Kabupaten Lebak. Di sisi lain, Amir juga secara terbuka mengungkap dugaan kinerja Bupati yang dinilainya belum maksimal.

Ia menyebut Hasbi pernah hanya masuk kerja satu kali dalam sepekan. "Pernah, ketika dikritik soal Alun-alun Rangkasbitung, dalam seminggu hanya satu hari masuk, setelah itu kembali ke Jakarta," ucap Amir.

Ia mengaku baru kali ini membuka persoalan tersebut ke publik setelah sebelumnya memilih untuk menahan diri demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah. "Saya sebenarnya sudah lama diam. Tapi sekarang saya rasa perlu disampaikan. Jangan dulu koreksi orang lain, koreksi dulu diri sendiri," katanya. seraya mengingatkan pentingnya etika dan tata krama bagi seorang pejabat publik, terutama saat berbicara di hadapan masyarakat luas.

Bupati Lebak Hasbi Jayabaya memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang menuai kontroversi. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menghina atau merendahkan Wakil Bupati. "Saya tidak bermaksud merendahkan atau menghina. Justru saya ingin memberikan contoh bahwa seorang mantan narapidana bisa sukses dan menjadi wakil kepala daerah," ujar Hasbi.

Namun demikian, Hasbi mengakui kemungkinan cara penyampaian atau intonasinya menimbulkan penafsiran yang berbeda di kalangan masyarakat maupun Wakil Bupati. "Saya kira mungkin karena intonasi penyampaian saya yang kurang tepat, sehingga diartikan berbeda. Itu yang saya sesalkan," ucapnya.

Situasi ini pun menjadi perhatian publik dan berbagai kalangan, yang berharap kedua pimpinan daerah tersebut dapat segera menyelesaikan konflik secara bijak demi menjaga kondusivitas pemerintahan serta kepercayaan masyarakat di Kabupaten Lebak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....