Hardiknas 2023, Tanto Akui Kualitas Pendidikan di Pandeglang Perlu Peningkatan
- 02 Mei 2023 15:00 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun 2023, diharapkan menjadi spirit bagi seluruh insan pendidikan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pandeglang.
Pasalnya Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengakui, kualitas pendidikan masih perlu dibenahi. Diantaranya dari sektor infrastruktur dan rata-rata lama sekolah.
Baca juga:
Dilantik FKKS Diminta “Jembatani” Peningkatan Mutu Pendidikan di Pandeglang
Menurut Tanto, meski 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dialokasikan untuk biaya pendidikan, namun hal itu dianggap belum mampu menyelesaikan persoalan infrastruktur, baik fisik maupun aksesibilitas.
“Jadi kewajiban 20 persen dari APBD sudah dipenuhi. Jadi selama 7 tahun nilai 20 persen itu tidak pernah terlewat. Tetapi memang kebutuhan pembangnan khususnya infrastruktur semua jenjang, kita maksimalkan dengan kondisi fiskal yang ada. Termasuk infrastruktur akses jalan ke sekolah,” ujar Tanto usai Upacara Peringatan Hardiknas 2023 di Alun-alun Pandeglang, Selasa (2/5/2023).
Kata Tanto, begitu juga dengan rata-rata lama sekolah di Pandeglang, yang berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2022, rata-rata lama sekolah di Pandeglang hanya 7,13 tahun.
Baca juga:
Gelar Karya Sekolah Penggerak Se-Pandeglang Akan Berlangsung Selasa Pekan Depan
“Soal lama sekolah, trennya selalu meningkat. Coba lihat track record lama sekolah secara nasional disetiap daerah tidak bisa langsung, semua berproses. Tidak mungkin bisa langsung melesat kecuali mendapat bantuan dana perimbangan 20 triliun. Itu bisa langsung naik. Tapi dengan kondisi kaya gini, ya kita perlahan. Yang penting tidak menurun,” kata dia.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto menjelaskan, pihaknya menargetkan tahun 2026 mendatang, masalah infrastruktur pendidikan bisa terselesaikan.
“Dan untuk mendorong itu salah satu upayanya kita melakukan pendampingan sekolah penggerak. Karena dengan sekolah penggerak, dia akan mendapat rehabilitasi, renovasi, dan revitalisasi, termasuk alat-alat digital. Saat ini baru ada 84 unit satuan pendidikan yang menjadi sekolah penggerak,” ucapnya.
Baca juga:
1600 Calon PPPK Guru di Pandeglang Jalani Pemeriksaan Tes Narkoba
Adapun perihal peningkatan rata-rata lama sekolah, kini Dindikpora sudah meluncurkan program Pro Kampus angkatan pertama, yang memberi kesempatan anak-anak tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang strata satu.
“Bidang yang baru dibuka saat ini agrobisnis, yang ditekankan untuk menunjang kehadiran kawasan industri dilima kecamatan. Kedepannya kami akan akan membuka dibidang pariwisata,” kata Sutoto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....