Anak Terseret Ombak Binuangeun Ditemukan Meninggal Dunia
- 07 Mar 2026 20:38 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Tim SAR bersama Balawista Kabupaten Lebak akhirnya menemukan korban terakhir dari peristiwa empat anak terseret ombak di Pantai Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak. Korban bernama Aceng (7) ditemukan Sabtu, 7 Maret 2026, dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan korban terjadi sekitar pukul 13.15 WIB, tidak jauh dari lokasi awal kejadian saat korban dilaporkan hilang terseret arus laut. Diduga jasad korban terbawa ombak hingga ke tepi pantai.
Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, membenarkan bahwa korban ditemukan setelah proses pencarian yang dilakukan sejak sehari sebelumnya.
“Korban atas nama Aceng ditemukan sekitar pukul 13.15 WIB tidak jauh dari lokasi hilang, diduga jasad korban terbawa ombak hingga ke pinggir pantai,” kata Erwin melalui pesan singkat.
Setelah ditemukan, tim langsung melakukan evakuasi terhadap jasad korban dari lokasi penemuan. Proses evakuasi dilakukan oleh tim Balawista bersama unsur terkait yang berada di lokasi.
Selanjutnya, korban dibawa ke puskesmas setempat untuk penanganan awal sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. “Setelah dievakuasi dan dibawa ke puskesmas setempat, jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Erwin.
Erwin mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya saat bermain atau berenang di pantai, terutama dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Menurutnya, kondisi ombak di perairan selatan Banten saat ini sedang cukup tinggi sehingga berbahaya bagi pengunjung pantai, khususnya anak-anak.
“Orang tua harus benar-benar mengawasi anak-anaknya saat berenang di pantai, apalagi saat ini kondisi cuaca kurang baik dan ombak juga cenderung tinggi,” katanya.
Peristiwa tersebut bermula pada Jumat, 6 Maret 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. Empat orang anak warga lokal datang ke Pantai Binuangeun untuk berenang tanpa pengawasan orang tua. Keempat anak tersebut diketahui merupakan warga Kampung Harapan, Desa Muara Binuangeun, yang lokasinya tidak jauh dari kawasan pantai.
Sekitar pukul 13.15 WIB, tiga anak di antaranya terseret arus laut hingga tenggelam. Sementara satu anak lainnya bernama Hasan berlari meminta bantuan kepada warga sekitar. Hasan juga sempat pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarganya sehingga masyarakat segera berdatangan ke lokasi untuk membantu proses penyelamatan.
Petugas Balawista bernama Riko bersama warga yang berada di sekitar pantai kemudian melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi terhadap keempat anak tersebut.
Pencarian korban melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Balawista Kabupaten Lebak, Pos TNI AL (Posal) Binuangeun, Basarnas Kabupaten Lebak, serta Polairud Binuangeun.
Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi pencarian yang dilakukan oleh seluruh tim gabungan tersebut resmi dihentikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....