DP2KBP3A Pandeglang Pastikan Stok Alokon dari BKKBN Aman

  • 07 Mar 2026 09:27 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang memastikan ketersediaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) bagi masyarakat tetap terjaga. Pasokan kebutuhan medis tersebut sepenuhnya bergantung pada pendistribusian rutin dari perwakilan BKKBN Provinsi Banten berdasarkan usulan kebutuhan daerah.

Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Pandeglang, Imas menjelaskan, pemenuhan Alokon mulai dari jenis suntik, pil, kondom, hingga implan sejauh ini berjalan lancar. DP2KBP3A secara berkala terus mengajukan permintaan stok ribuan unit guna mengantisipasi lonjakan momentum pelayanan KB di setiap kecamatan.

"Langkah ini diambil untuk menjaga rantai distribusi agar tidak terjadi kekosongan di fasilitas kesehatan tingkat dasar," ucap dia, Sabtu, 7 Maret 2026.

DP2KBP3A mencatat tingginya minat masyarakat terhadap jenis kontrasepsi non-Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (non-MKJP) dibandingkanMetode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Komoditas seperti suntik dan pil menjadi perangkat yang paling banyak diminta dengan angka usulan mencapai ribuan unit setiap bulannya.

"Stok alat kontrasepsi kami asupannya dari pengiriman provinsi BKKBN Banten, kami mengusulkan sesuai kebutuhan pelayanan. Biasanya untuk suntik dan pil kami usulkan masing-masing sekitar 3.000 unit setiap permintaan," ujar.

Selain kontrasepsi bagi wanita, DP2KBP3A juga memperhatikan ketersediaan alat kontrasepsi untuk pria berupa kondom dengan usulan mencapai 100 hingga 300 gros secara rutin. Sementara untuk jenis kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan, Imas mengatakan ketersediaannya menyesuaikan dengan sisa stok yang tersedia di gudang provinsi.

DP2KBP3A meyakini distribusi ke semua wilayah di Pandeglang berdampak positif pada capaian peserta KB aktif di Kabupaten Pandeglang yang melampaui target pada tahun lalu. Kategori non-MKJP bahkan tercatat mampu menembus angka pelayanan di atas 120 persen dari proyeksi awal. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk terus memanfaatkan pos pelayanan KB terdekat guna mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....