Peminat MOP Pandeglang Lampaui Target Nasional
- 07 Mar 2026 08:26 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Partisipasi kaum pria dalam program Keluarga Berencana (KB) melalui Metode Operasi Pria (MOP) di Kabupaten Pandeglang menunjukkan tren positif meski dihadapkan pada keterbatasan kuota. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang mencatat, antusiasme warga tetap tinggi meskipun target yang ditetapkan pemerintah pusat untuk tahun ini tergolong minim. Capaian program MOP pada periode sebelumnya bahkan berhasil menyentuh angka di atas 80 persen dari total sasaran yang ada.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DP2KBP3A Pandeglang, Imas mengatakan, tingginya minat masyarakat terhadap KB Vasektomi ini tidak terlepas dari keberhasilan sosialisasi masif yang dilakukan petugas lapangan di tingkat kecamatan hingga desa. Pada tahun 2025, DP2KBP3A mencatat sebanyak 12 pria telah menjalani prosedur MOP sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam merencanakan keluarga.
Menurutnya pemerintah daerah terus berupaya mengakomodasi permintaan warga yang ingin beralih ke metode kontrasepsi jangka panjang ini melalui koordinasi intensif dengan perwakilan BKKBN Provinsi Banten.
"Peminat MOP di Pandeglang sebenarnya sangat banyak, namun tahun ini target dari pusat memang dibatasi hanya tiga orang karena alasan anggaran. Meski begitu, kami optimis bisa melampaui angka tersebut dengan dukungan BKKBN Provinsi Banten," ujar Imas, Sabtu 7 Maret 2026.
Meskipun peminat melimpah, Imas menyebut tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan alokasi anggaran yang berimbas pada penetapan target peserta. Untuk tahun 2026, Pandeglang hanya mendapatkan jatah target sebanyak tiga orang peserta MOP berdasarkan instruksi pemerintah pusat. Kondisi ini memaksa DP2KBP3A untuk lebih selektif dalam menyaring calon peserta yang benar-benar membutuhkan layanan kontrasepsi permanen tersebut.
DP2KBP3A juga memberikan apresiasi khusus bagi para pria yang bersedia mengikuti program MOP sebagai bentuk dukungan nyata. Peserta yang telah menjalani tindakan akan mendapatkan kompensasi berupa uang pengganti tidak bekerja sebagai jaminan kesejahteraan selama masa pemulihan. Langkah ini diharapkannya dapat terus memotivasi kepala keluarga lainnya untuk ikut serta menyukseskan program pembangunan keluarga yang berkualitas.
"Fokus kami adalah keluarga yang istrinya tidak memungkinkan lagi ber-KB, maka suaminya yang kami sasar," katanya.
Keberhasilan program MOP dipandang Imas sebagai solusi efektif bagi keluarga yang memiliki jumlah anak banyak namun terkendala pada pilihan kontrasepsi wanita. Ia menilai m sinergi antara penyuluh lapangan dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam meruntuhkan hambatan budaya terkait keterlibatan pria dalam KB.
DP2KBP3A berkomitmen untuk terus mengusulkan penambahan kuota agar seluruh peminat MOP di Pandeglang dapat terlayani secara maksimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....