Inkubasi Bisnis Perkuat Daya Saing IKM Tangerang Selatan
- 07 Mar 2026 07:48 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Tangsel - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat program inkubasi bisnis bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) guna menghadapi tantangan keterbatasan SDM dan akses pemasaran. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga pusat seperti Interpreter Hub milik Kementerian UMKM. Fokus utama inkubasi ini adalah mengubah pola pikir pelaku usaha agar lebih profesional dalam mengelola keuangan dan kualitas produk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel, Bachtiar Priyambodo menyebut, secara regulasi, perlindungan dan pemberdayaan koperasi serta UMKM di Tangerang Selatan telah diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025. Landasan hukum ini menjadi pijakan bagi pemerintah kota untuk melakukan pendampingan secara terstruktur dan berkelanjutan. Disperindag mencatat, meski jumlah unit usaha sangat banyak, namun rata-rata masih menghadapi kendala klasik pada sisi manajerial.
Selain pembinaan SDM, menurut Bachtiar sektor perindustrian di Tangerang Selatan juga mulai mengarah pada peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini bertujuan agar industri lokal dapat terserap dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun industri besar. Penguatan struktur IKM ini diharapkannya mampu menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan tidak hanya bergantung pada produk impor.
"Kami sudah melakukan inkubasi bisnis melalui gedung ekonomi kreatif untuk pengembangan UMKM," kata Bachtiar, Jumat 6 Maret 2026.
Disperindag mencatat terdapat keberagaman industri manufaktur yang ada di Tangsel, mulai dari industri mesin, bahan kimia, hingga barang logam yang terpusat di kawasan Tekno Serpong. Sektor perindustrian ini diharapkannya dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha mikro untuk menciptakan rantai pasok lokal yang kuat.
Bachtiar menjelaskan Transformasi teknologi menjadi keharusan bagi unit usaha yang saat ini pengelolaannya masih bersifat tradisional dan sederhana. Pemasaran secara digital menjadi kurikulum wajib dalam setiap program pelatihan yang diselenggarakan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk menyiasati mahalnya biaya promosi konvensional sekaligus menjangkau pangsa pasar milenial. Disperindag juga aktif membangun jaringan dengan hotel dan toko ritel modern agar bersedia menyediakan ruang bagi produk IKM asli Tangerang Selatan.
"Melalui regulasi Perda 4 Tahun 2025, kami fokus pada penguatan struktur IKM dan transformasi teknologi agar daya saing produk lokal kita semakin meningkat," ujarnya
Upaya peningkatan kualitas produksi dilakukan Disperindag secara simultan dengan pengawasan standar keamanan pangan dan kesehatan. Setiap produk yang masuk dalam program inkubasi dipastikan telah melalui tahapan verifikasi kualitas yang ketat. Pemerintah daerah optimis bahwa melalui pendampingan yang intensif, IKM Tangerang Selatan dapat segera naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....