Pernikahan Anak di Lebak Masih Tinggi
- 03 Mar 2026 17:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak — Angka pernikahan anak di Kabupaten Lebak masih tergolong tinggi. Kondisi ini tercermin dari tingginya angka persalinan pada remaja usia 15–19 tahun yang menjadi indikator praktik pernikahan usia muda di daerah tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, mengatakan pihaknya tidak secara langsung mencatat angka pernikahan anak karena data tersebut berada di Pengadilan Agama. Namun, indikator yang digunakan adalah Age Specific Fertility Rate (ASFR) usia 15–19 tahun.
Pada 2021, angka ASFR di Lebak tercatat 33,8 persen. Angka itu turun menjadi 30 persen pada 2022, kemudian kembali naik menjadi 32,2 persen pada 2023. Sementara pada 2024, hasil analisis terbaru menunjukkan angka 27,7 persen.
“Kalau 27 persen itu artinya dari setiap 100 persalinan, ada sekitar 27 persalinan terjadi pada usia 15 sampai 19 tahun. Ini angka yang cukup tinggi dan riskan,” ujar Tuti dalam dialog Kentongan RRI Pro 1 Banten, Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menilai, penurunan angka tersebut masih berjalan lambat dan belum menunjukkan perubahan signifikan. Faktor budaya dan rendahnya tingkat pendidikan menjadi penyebab utama sulitnya menekan praktik pernikahan anak.
“Budaya ini cukup kuat. Ketika anak terlihat dekat dengan lawan jenis, orang tua merasa riskan dan langsung dinikahkan,” katanya.
Selain itu, masih terbatasnya akses pendidikan lanjutan membuat sebagian remaja tidak melanjutkan sekolah setelah lulus SMP atau SMA. Kondisi tersebut membuat remaja lebih banyak berada di rumah atau bekerja, sehingga rentan dinikahkan.
Untuk menekan angka tersebut, DP3AP2KB Kabupaten Lebak menjalankan sejumlah program, di antaranya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP), serta pembinaan melalui Bina Keluarga Remaja (BKR). Program ini menyasar remaja maupun orang tua agar memiliki pemahaman tentang pentingnya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum menikah.
Tuti berharap seluruh lapisan masyarakat turut berperan aktif mencegah pernikahan anak demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....