Dukung Swasembada Daging dan Susu, Disnakeswan Lebak  Genjot Inseminasi Buatan

  • 01 Mar 2026 20:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus mendorong peningkatan populasi ternak melalui program inseminasi buatan (IB). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada daging merah dan susu nasional.

Program tersebut dijalankan secara intensif oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan). Petugas lapangan diterjunkan langsung ke kelompok peternak di seluruh kecamatan.

Kepala Bidang Produksi Disnakeswan Lebak,Irvan Pramerta , mengatakan optimalisasi inseminasi buatan menjadi strategi utama dalam meningkatkan populasi ternak masyarakat. “Kami menginstruksikan kepada petugas IB agar mengoptimalkan IB untuk meningkatkan jumlah populasi ternak dari keturunan anak,” ujar Irvan di Rangkasbitung, Minggu, 1 Maret 2026.

Menurutnya, percepatan pertumbuhan populasi ternak sangat penting untuk memenuhi kebutuhan daging dan susu di tingkat lokal maupun nasional. Ia menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung swasembada pangan, khususnya daging merah dan susu.

Irvan menyebut kebijakan itu selaras dengan Asta Cita yang diusung Presiden , yang menekankan penguatan sektor pangan dan peternakan. Selain inseminasi buatan, Disnakeswan juga melaksanakan penyuntikan birahi kepada ternak milik peternak rakyat. Program ini dilakukan di 28 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Lebak.

Penyuntikan birahi bertujuan mempercepat siklus reproduksi ternak sehingga proses inseminasi dapat dilakukan lebih efektif. “Setelah penyuntikan birahi, inseminasi dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu pekan guna mempercepat proses reproduksi,” ucap Irvan.

Ia mengatakan, petugas IB secara rutin melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap ternak yang telah diinseminasi untuk memastikan tingkat keberhasilan kebuntingan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan populasi, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas genetik ternak milik peternak rakyat.

Irvan optimistis, jika program swasembada daging merah dan susu dapat terwujud, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat. “Kami meyakini jika program swasembada daging merah dan susu terwujud, maka dipastikan ekonomi masyarakat sejahtera,” kata Irvan.

Diharapkan optimalisasi inseminasi buatan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan sektor peternakan di Lebak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....