Barongsai Imlek Sarat Doa Keberuntungan

  • 17 Feb 2026 11:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Tradisi barongsai selalu menjadi daya tarik saat perayaan Tahun Baru Imlek. Barongsai merupakan tarian tradisional asal Tiongkok yang dimainkan dua orang menggunakan kostum menyerupai singa.

Ketua Paguyuban Naga Banten Barongsai, Chiko, menjelaskan bahwa di Indonesia kesenian ini populer dengan sebutan barongsai. Sementara di negeri asalnya, Tiongkok, masyarakat mengenalnya sebagai wu shi.

“Barongsai adalah tarian yang diyakini mengusir roh jahat, energi negatif, dan membawa keberuntungan serta kemakmuran, terutama saat Imlek,” ujarnya, Senin, 16 Februari 2026.

Menurut Chiko, filosofi itu membuat barongsai selalu tampil saat perayaan Imlek sebagai lambang doa serta harapan baik memasuki tahun yang baru. Namun, walaupun lekat dengan momentum tersebut, barongsai juga sering dihadirkan dalam beragam acara lain, mulai dari perayaan ulang tahun, pesta pernikahan, hingga peresmian gedung.

Instruktur Paguyuban Barongsai Naga Banten, Ipin, menambahkan dalam satu barongsai hanya dibutuhkan dua pemain, yakni bagian kepala dan ekor. Para pemain harus mempelajari kuda-kuda, gerakan, hingga penghormatan atau pai.

“Untuk menjadi pemain barongsai dibutuhkan latihan yang tidak singkat. Para anggota harus menguasai kuda-kuda, gerakan, hingga teknik penghormatan. Bahkan Latihan bersama dengan pemain musik, yang bisa dibilang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat,” kata Ipin.

Chiko menegaskan pihaknya membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar tanpa memandang usia, suku maupun agama. “Visi misi kita merangkul semua. Kita ingin generasi muda bisa mempertahankan budaya ini,” katanya.

Melalui pembinaan sejak usia dini, Naga Banten berharap barongsai semakin berkembang dan diminati masyarakat luas, tidak hanya saat Imlek tetapi juga dalam berbagai momentum kebudayaan lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....