Sinkronisasi Data Sektoral Perkuat Kebijakan Pembangunan Pandeglang

  • 13 Feb 2026 17:31 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang melakukan sinkronisasi data sektoral bersama 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan konsep Satu Data Indonesia. Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto, menyatakan langkah ini diambil guna mengeliminasi ego sektoral antar instansi yang seringkali memiliki versi data berbeda.

Penataan dokumentasi ini dilalukannya agar data yang tersedia bisa menjadi landasan agar setiap kebijakan pembangunan didasarkan pada landasan statistik yang kuat dan valid.

Achmad menyebut sebanyak 19 OPD yang terlibat merupakan instansi yang telah mengajukan permohonan rekomendasi kegiatan statistik sepanjang tahun 2025. BPS berperan sebagai pembina data untuk memastikan setiap OPD mengelola statistik sektoral sesuai standar nasional. Penilaiann evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral oleh pusat menjadi tolok ukur kemajuan tata kelola data di setiap daerah.

"Seringkali mereka mempunyai data tapi tidak terdokumentasikan atau tidak tertata dengan baik," kata Achmad, Jumat 13 Februari 2026.

Implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia menjadi acuan utama BPS dalam koordinasi ini. Achmad menerangkan banyak instansi memiliki data melimpah, namun seringkali tidak terdokumentasikan secara tertata dengan baik.

Proses pembinaan ini dilakukan BPS secara rutin setiap tahun, karena adanya rotasi pejabat pengelola data setiap tahunnya di masing-masing instansi. Evaluasi NPS pun terus berjalan untuk melihat sejauh mana perbaikan pengelolaan data dilakukan oleh setiap dinas terkait.

Menurut Achmad pengetahuan mengenai konsep statistik yang benar menjadi syarat mutlak bagi setiap pengambil kebijakan. Menurutnya k etidakakuratan data seringkali menjadi hambatan dalam pendistribusian program pembangunan agar tepat sasaran. Dengan sinkronisasi ini, ia berharap tidak ada lagi tumpang tindih informasi antara lembaga satu dengan yang lainnya.

BPS memposisikan diri sebagai penyedia konsep agar data yang dihasilkan OPD sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional.

"Kita ingin mensinkronkan bahwa semua lembaga itu mempunyai data, namun masing-masing OPD memiliki data yang tidak sesuai dengan konsep-konsep Satu Data Indonesia," ucapnya.

Bps Pandeglang mengklaim kesadaran akan pentingnya statistik mulai menunjukkan kemajuan positif di kalangan pimpinan lembaga di Pandeglang. BPS melihat statistik tidak lagi dipandang sebagai deretan angka semata, melainkan sebagai instrumen evaluasi kegiatan yang telah berjalan. Kerjasama berkelanjutan ini diharapkan mampu menciptakan iklim transparansi data yang lebih baik di lingkungan pemerintahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....