Rutan Pandeglang Cetak Narapidana Berkeahlian Mekanik
- 10 Feb 2026 14:29 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pandeglang memperkuat program kemandirian bagi warga binaan guna memastikan mereka memiliki keterampilan produktif saat kembali ke masyarakat. Langkah ini ditempuh untuk mengubah paradigma kehidupan di dalam rutan agar lebih berdampak positif melalui pembekalan keahlian praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Kepala Rutan Pandeglang, Achmad Zaki menjelaskan pihaknya terus menjalin kolaborasi strategis dengan Pusat Bantuan Hukum Masyarakat Indonesia (Pusbakumadin) untuk menyediakan berbagai pelatihan teknis bagi para narapidana. Program unggulan tersebut mencakup penyediaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk pendidikan Paket A, B, dan C, serta pelatihan khusus mekanik AC dan elektronik sebagai modal utama warga binaan setelah menyelesaikan masa tahanan.
"Kita menyediakan salah satu PKBM, sekolah paket A, B, dan C, kemudian skill cara menjadi mekanik AC, elektronik, dan sebagainya agar mereka keluar dari sini berdampak positif," ujarnya, Selasa 10 Februari 2026.
Menurut Zaki transformasi ini bertujuan mengubah paradigma kehidupan di dalam rutan agar lebih berdampak positif. Pihaknya mendatangkan pihak luar untuk membekali narapidana dengan keahlian praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Langkah ini diambilnya agar warga binaan tidak lagi terjebak dalam perilaku kriminal lama setelah menyelesaikan masa tahanan.
Rutan Pandeglang mencatat berdasarkan data sistem pemasyarakatan, keberhasilan reintegrasi sosial sangat bergantung pada kesiapan ekonomi narapidana melalui keahlian yang dimiliki. Kini, fokus utama pelatihan terletak pada bidang teknis yang memungkinkan mereka membuka usaha mandiri.
Program pendidikan formal melalui PKBM menjadi prioritas Rutan Pandeglang untuk terus menekan angka putus sekolah di kalangan warga binaan. Selain pendidikan dan pelatihan keterampilan, Rutan Pandeglang juga secara intensif menyelenggarakan bimbingan mental guna mendorong perubahan perilaku warga binaan secara fundamental.
"Keluar dari sini bukan berarti belajar cara mencuri motor yang baik, tetapi performa itu kita ubah dengan menyediakan pelatihan-pelatihan," katanya.
Zaki pun meminta masyarakat luas agar mendukung proses pemulihan narapidana dengan memberikan ruang bagi mereka yang telah menyelesaikan masa tahanan dan kembali ke masyarakat. Pihak Rutan memastikan seluruh kegiatan pembinaan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....