Golok Ciomas Dorong Literasi Budaya Banten

  • 08 Feb 2026 13:15 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Pameran budaya dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) menjadi ruang literasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu daya tarik utama pengunjung adalah kehadiran Golok Ciomas yang dipamerkan. Golok Ciomas tidak hanya ditampilkan sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai media edukasi yang memperkenalkan sejarah, nilai spiritual, dan jati diri masyarakat Banten. 

Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya pelajar, mahasiswa, hingga peneliti yang datang untuk mengenal lebih dekat pusaka tersebut. Generasi ke-10 Empu Golok Ciomas Banten, Kisuna, mengatakan minat generasi muda terhadap Golok Ciomas masih cukup tinggi. “Mahasiswa dan pelajar banyak datang ke tempat kami untuk belajar sejarah Golok Ciomas,” katanya saat dialog di Studio Mini RRI Banten, Sabtu 7 Februari 2026.

Ia menyebut, ketertarikan tersebut datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Banten, tetapi juga dari luar provinsi. Kunjungan tersebut umumnya dilakukan untuk kepentingan edukasi, penelitian, hingga penyusunan karya ilmiah.“Dari Serang, Bandung, Bogor, sampai Jakarta datang untuk penelitian dan skripsi,” ujarnya.

Menurut Kisuna, Golok Ciomas memiliki nilai literasi budaya yang kuat karena mengajarkan lebih dari sekadar sejarah benda pusaka. Nilai spiritual, etika, serta tanggung jawab moral menjadi bagian penting yang diwariskan melalui Golok Ciomas. “Golok ini bukan untuk gagah-gagahan, tapi simbol jati diri,” ucapnya.

Selain sebagai media edukasi, Golok Ciomas juga berperan sebagai sarana silaturahmi antarwarga. Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, para pemilik Golok Ciomas dari berbagai daerah berkumpul dalam tradisi tahunan yang telah berlangsung turun-temurun. Tradisi tersebut memperkuat ikatan sosial dan menjaga kesinambungan nilai budaya.

Kisuna juga menegaskan perbedaan antara golok dan bedog yang kerap disalahartikan masyarakat. Golok Ciomas merupakan pusaka yang memiliki nilai historis dan spiritual, sedangkan bedog digunakan sebagai alat rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari.

Ia berharap Golok Ciomas dapat diusulkan sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO. Namun demikian, ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam penyediaan fasilitas dan pembinaan pandai golok agar proses edukasi budaya dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Melalui momentum HPN 2026 dan dukungan siaran RRI Banten, Kisuna optimistis Golok Ciomas akan semakin dikenal luas serta tetap lestari sebagai warisan budaya Banten yang bernilai tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....