Pandeglang Ajukan Percepatan Jembatan Cisaat ke Pusat
- 06 Feb 2026 11:03 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang merespons ambruknya Jembatan Cisaat di Desa Sinar Jaya, Kecamatan Mandalawangi, dengan mengusulkan percepatan pembangunan kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat. Langkah ini diambil menyusul keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah (Pemkab) Pandeglang dalam menangani kerusakan infrastruktur vital secara permanen.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, mengonfirmasi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang telah melakukan tinjauan lapangan untuk memetakan kerusakan serta menentukan skema penanganan yang tepat. Namun kondisi fiskal daerah yang terbatas menjadi hambatan utama bagi Pemkab Pandeglang untuk melakukan perbaikan mandiri dalam waktu dekat.
"Keterbatasan anggaran membuat kami harus mengusulkan pembangunan ini kepada pemerintah provinsi dan pusat. Kami berharap Kabupaten Pandeglang mendapat perhatian khusus agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar Iing, Jumat 6 Februari 2026.
Baca juga: Jembatan Cisaat Ambruk, Akses Lima Desa di Pandeglang Terputus
Menurutnya, hampir seluruh jembatan di Pandeglang merupakan konstruksi tua yang memerlukan penanganan khusus. Data kerawanan infrastruktur ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meminta intervensi dari Pemerintah Provinsi Banten serta pemerintah pusat agar mobilitas warga tidak terganggu lebih lama.
Iing menjelaskan bahwa koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Darurat Jembatan bentukan Presiden Prabowo Subianto menjadi harapan besar bagi Pemkab Pandeglang dalam memperbaiki jembatan diwilayahnya. Fokus utama pemkab saat ini adalah memastikan akses mobilitas warga tetap terjamin melalui percepatan pembangunan jembatan yang rusak.
Sebagai solusi jangka pendek, Pemkab Pandeglang hanya mampu menginisiasi pembangunan jembatan sementara melalui skema swadaya masyarakat dan gotong royong. Iing menilai Pembangunan infrastruktur permanen belum bisa dieksekusi mandiri oleh Pemkab karena membutuhkan alokasi anggaran yang sangat besar di tengah ruang belanja daerah yang sempit.
Baca juga: Anggaran Pemeliharaan Jembatan di Pandeglang Hanya Rp400 Juta
"Kami sudah berkomunikasi dengan kepala desa agar masyarakat bergotong royong membangun akses sementara. Pembangunan permanen membutuhkan anggaran sangat besar, sementara kondisi fiskal Kabupaten Pandeglang masih terbatas," katanya.
Kini Pemkab Pandeglang terus menyusun dokumen pendukung agar bantuan pusat segera turun. Iing menilai keberadaan jembatan permanen dinilai mendesak untuk memulihkan denyut ekonomi dan pendidikan di wilayah Kabupaten Pandeglang secara berkelanjutan. Ia pun menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi infrastruktur jembatan lama lainnya di Kabupaten Pandeglang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....