Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan, Yonif 320/Badak Putih Kelola 6,5 Hektare Lahan

  • 15 Jul 2022 01:11 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Lahan seluas 6,5 hektare di kawasan Batalyon Infanteri (Yonif) 320/Badak Putih, yang terletak di Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, dimanfaatkan untuk area perkebunan. Lahan seluas itu dikelola langsung oleh prajurit Yonif demi meningkatkan ketahanan pangan.

Komandan Yonif 320/Badak Putih, Letkol Inf Andika Suseno menjelaskan, sejauh ini baru sekitar 4 hektare lahan sudah dimanfaatkan untuk ditanami berbagai macam sayuran seperti kangkung, sawi, terong, tomat, dan cabai. Sementara 2,5 hektare lagi rencananya akan ditanami jagung.

Baca juga: Peringati HUT Ke-62, Yonif 320/BP Melaksanakan Pengobatan Gratis di Tapos

“Kami juga menanam jagung di atas lahan 2,5 hektare di atas sebagai bentuk meningkatkan ketahanan pangan. Hasilnya nanti akan diberikan kepada warga sekitar,” ujarnya seraya menunjuk area tanam jagung yang berada di bawah kaki gunung karang, Kamis (14/7/2022).

Danyon menjelaskan, selain untuk memperkuat ketahanan pangan, pemanfaatan lahan tersebut juga dapat menambah ekonomi para anggota. Sebab hasil panennya bisa langsung dijual ke pedagang pasar, disamping turut diberikan kepada warga sekitar.

“Selain bertugas sebagai aparat TNI, mereka juga bisa membangun ekonomi rumah tangganya dengan berkebun. Banyak pedagang pasar yang bekerja sama dengan kami. Sehari bisa minta ratusan ikat kangkung dan sawi,” terangnya.

Baca juga: Pengembangan Ketahanan Pangan di Pandeglang Belum Optimal

Kemudian pengelolaan lahan pertanian itu juga sebagai upaya menambah keterampilan para infanteri. Diharapkan setelah lepas dari Yonif 320/Badak Putih, mereka tetap bisa menghasilkan tambahan biaya hidup dari hasil berkebun.

“Pengelolaan ini juga biar mereka produktif dan bisa memberi contoh kepada masyarakat bahwa lahan sekecil apapun kalau dikelola dapat memberi nilai tambah,” tandas Danyon.

Sementara salah seorang prajurit yang mengelola kebun, Kopda Didin Cahyadin menuturkan, ada sekitar 20 anggota yang ditugaskan untuk mengelola lahan perkebunan. Selain dijual, hasil perkebunan di Yonif 320/Badak Putih juga diberi kemasyarakat sekitar yang membutuhkan. Sisanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi disatuan.

“Untuk tanaman di sini ada kangkung, cabai merah, cabai keriting, dan cabai rawit. Untuk hasil sebagian kami jual ke pasar, sebagian diberi ke masyarakat, dan kebutuhan dapur di satuan. Masyarakat boleh meminta hasil panen tanaman, mereka tinggal datang ke sini,” ucapnya.

Baca juga: Sektor Pertanian Tekan Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Pandeglang

Dia melanjutkan, biasanya hasil panen bisa dituai dalam seminggu sampai satu bulan sekali. Adapun hasil penjualan, disisihkan juga untuk kas kompi. Sementara teknis pengelolaan lahan, mereka belajar secara otodidak. Baik melalui internet sampai bertanya langsung ke petani.

“Kami belajar otodidak, belajar dari YouTube, bertanya ke petani. Untuk sekali panen, kita tidak tentu karena harga dipasaran fluktuatif. Jadi tidak bisa menargetkan harga sekian, kami ikut harga di pasar,” tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....