Mangrove Lontar Benteng Pesisir Banten Utara

  • 02 Feb 2026 09:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Upaya konservasi mangrove di wilayah pesisir Banten Utara, khususnya Desa Lontar, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, menjadi benteng alami dalam menghadapi abrasi dan ancaman bencana pesisir. Sejak 2013, masyarakat setempat secara swadaya melakukan rehabilitasi mangrove sebagai respons atas abrasi masif yang merusak garis pantai.

Ketua Kelompok Usaha Bersama Mandiri Lontar, Ropin, mengatakan abrasi yang parah mendorongnya untuk menanam mangrove meski awalnya tanpa pengetahuan teknis. “Abrasi waktu itu sangat masif, sehingga tergerak hati saya untuk merehabilitasi mangrove, walaupun awalnya banyak kegagalan,” ujarnya dalam program Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menjelaskan, metode penanaman dilakukan menggunakan propagul atau biji mangrove yang ditanam di area pasang surut. Hasilnya mulai terlihat setelah beberapa minggu. “Awalnya kami pesimis, tapi satu dua biji mulai tumbuh. Dari situ kami terus menanam hingga ratusan batang,” katanya.

Kini, mangrove yang tumbuh di pesisir Desa Lontar mencapai tinggi sekitar 13 meter dan terbukti mampu mereduksi dampak angin kencang serta badai dari arah utara. Selain itu, mangrove berperan sebagai penahan abrasi yang sebelumnya mengancam permukiman warga.

Manfaat ekologis juga dirasakan nelayan. Menurut Robin, keberadaan mangrove memulihkan habitat biota laut. “Nelayan sekarang tidak perlu melaut jauh, cukup sekitar 100 meter sudah mendapatkan udang dan kepiting,” ucapnya.

Selain penanaman, kelompok konservasi juga mengembangkan pembibitan dan silvofishery di area tambak. Robin berharap rehabilitasi mangrove terus berlanjut dengan dukungan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....