Pandeglang Usulkan Regulasi Pemeriksaan Gadget Anak

  • 30 Jan 2026 17:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang tengah mengkaji kebijakan serius terkait pembatasan penggunaan gawai atau gadget bagi anak sekolah. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan yang melibatkan remaja sebagai korban maupun pelaku. Media sosial dan konten digital diidentifikasi menjadi pemicu utama penyimpangan perilaku anak.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Gimas Rahadyan mengatakan dinas telah mengusulkan kepada Bupati Pandeglang agar orang tua diberi keleluasaan dalam melakukan pemeriksaan berkala pada ponsel anak. Meskipun gawai dianggap sebagai privasi, menurutnya urgensi mitigasi risiko jauh lebih penting. Hal ini bertujuan melindungi anak dari paparan pornografi hingga paham radikalisme yang kian mengkhawatirkan.

"Handphone itu merupakan sebuah privasi yang dilindungi, tapi dengan meningkatnya kasus ini kita harapkan ada keleluasaan orang tua melakukan pemeriksaan berkala handphone anak-anaknya," ujar Gimas, Jumat 30 Januari 2026.

Ia menilai sumber utama dari berbagai aktivitas negatif, mulai dari kekerasan fisik hingga pelecehan, bermula dari interaksi di dunia maya. Anak-anak saat ini dinilainya mulai berani melakukan tindakan ekstrem, seperti penggunaan senjata tajam, akibat terpapar konten kekerasan. Tanpa pengawasan ketat, fungsi gadget dapat berbalik menjadi ancaman bagi masa depan anak.

Selain pengawasan orang tua, DP2KBP3A juga telah melakukan sosialisaai di sektor pendidikan dengan mengintervensi melalui program "Audio Praktik Baik". Gimas menjelaskan telah ada Instruksi Bupati terkait pemutaran audio ini agar sekolah tingkat SD dan SMP wajib untuk memutar materi edukasi setiap pagi. Pesan-pesan yang disampaikan mencakup pencegahan bullying, tawuran, hingga kewaspadaan terhadap kekerasan seksual.

"Anak-anak yang terpapar radikalisme itu sudah berani melakukan tindakan kekerasan dengan memukul hingga melakukan senjata tajam, ini sangat mengkhawatirkan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....