Realisasi Investasi Lebak 2025 Tembus Rp1,7 Triliun

  • 28 Jan 2026 15:04 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak mencatat realisasi investasi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai Rp1,731 triliun. Capaian tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,578 triliun dengan total 2.534 proyek, serta Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp153 miliar dengan 268 proyek.

Nilai realisasi investasi itu dihimpun berdasarkan penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang dilaporkan secara daring oleh para pelaku usaha kepada pemerintah daerah.Kepala DPMPTSP Kabupaten Lebak, Lingga Segara, mengatakan bahwa capaian investasi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Lebak yang terus membaik. “Nilai investasi tahun 2025 ini mencerminkan komitmen pelaku usaha dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di Kabupaten Lebak,” kata Lingga, Rabu,28 Januari 2026.

Lingga merinci, lima sektor penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Lebak yakni sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar Rp601 miliar, Transportasi, Pergudangan dan Telekomunikasi Rp411 miliar, serta Perdagangan dan Reparasi Rp127 miliar.Selanjutnya, sektor Industri Mineral Non Logam mencatat investasi sebesar Rp96 miliar dan sektor Hotel dan Restoran sebesar Rp62 miliar sepanjang tahun 2025.

Selain nilai investasi, realisasi tersebut juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang 2025, investasi di Kabupaten Lebak mampu menyerap sebanyak 7.859 tenaga kerja Indonesia dari 320 perusahaan dengan total 2.802 proyek.Untuk investasi asing, lima negara terbesar yang menanamkan modalnya di Kabupaten Lebak secara berurutan adalah Korea Selatan, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Tiongkok.

Lingga menyampaikan bahwa ke depan Kabupaten Lebak memiliki prospek besar sebagai daerah tujuan investasi, seiring hadirnya berbagai proyek nasional dan strategis.“Kami meyakini sarana infrastruktur seperti Tol Serang–Panimbang, Commuterline Rangkasbitung–Jakarta, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, serta proyek strategis nasional seperti Kota Baru Maja dan Bendungan Karian sangat menunjang investasi,” ujarnya.

Menurutnya, kemudahan akses transportasi tersebut mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing daerah bagi investor. Pemerintah daerah, lanjut Lingga, juga menyiapkan pengembangan kawasan industri hijau dan ramah lingkungan yang berkelanjutan di 13 kecamatan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

“Kawasan industri hijau ini kami dorong agar mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan mempercepat pengendalian kemiskinan yang menjadi agenda prioritas Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya,” katanya.

Selain itu, arah kebijakan pembangunan daerah juga difokuskan pada pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi ekonomi, khususnya pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Lebak. Beberapa komoditas unggulan yang akan dikembangkan antara lain industri Virgin Coconut Oil (VCO), Crude Palm Oil (CPO), industri pengolahan ikan tuna, cakalang, tongkol kaleng, olahan udang, industri jagung, serta pengembangan industri karet. 

“Kami berharap kawasan industri hijau ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tengah Kabupaten Lebak, sehingga mampu menghapus kemiskinan ekstrem,” ucap Lingga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....