Kinerja APBN Banten Sampai Desember 2025 Tercatat Baik
- 21 Jan 2026 01:04 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kinerja APBN Provinsi Banten hingga 31 Desember 2025 menunjukkan hasil positif. Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten, Lisbon Sirait, bersama pimpinan Kemenkeu Satu Regional Banten, antara lain Kepala Kanwil DJP, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai, serta Kepala Kanwil DJKN, memaparkan capaian APBN Banten tahun 2025.
Lisbon Sirait menyebut PNBP Provinsi Banten tumbuh 9,80% dengan realisasi 149,15 persen dari target, lebih tinggi dibanding nasional 104,00 persen. Pendapatan terbesar berasal dari pelayanan pertanahan, jasa kepelabuhanan, paspor, pendidikan, dan rumah sakit. “Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan layanan publik di berbagai sektor,” kata Lisbon," Selasa, 20 Januari 2026.
Kinerja belanja pegawai dan bansos juga positif, mencerminkan alokasi yang tepat sasaran. Belanja negara mengalami kontraksi 2,5 persen dengan realisasi 96,28 persen dari target, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 95,30 persen. Belanja TKD mencapai Rp18,72 triliun (97,61 persen), sedangkan belanja K/L sebesar Rp9,19 triliun (93,67 persen). Belanja modal dan barang menyusut masing-masing 3,01 persen dan 33,27 persen karena efisiensi anggaran pasca Pemilu 2024.
Transfer ke daerah (TKD) mencapai Rp18,72 triliun atau 97,61 persen dari target, tumbuh 4,72 persen. Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil, dan DAK Non Fisik naik, sedangkan DAK Fisik, Dana Desa, dan Insentif Fiskal menurun karena turunnya pagu anggaran dan evaluasi kegiatan.
Kepala Kanwil DJP Banten, Aim Nursalim Saleh, mencatat penerimaan pajak Banten hingga akhir 2025 sebesar Rp70,22 triliun atau 86,18 persen dari target Rp81,48 triliun. “Kontribusi terbesar berasal dari PPN Dalam Negeri, PPN Impor, dan PPh Badan. Hal ini menjadi indikator kuat aktivitas ekonomi di Banten,” ujar Aim.
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Banten, Agustyan Umardani menyebut penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rp14,62 triliun, 105,48 persen dari target. “Peningkatan ini dipengaruhi importasi komputer, mesin, bijih besi, motor listrik, dan transformator,” jelasnya. Neraca perdagangan Desember 2025 menunjukkan ekspor USD 1,04 miliar dan impor USD 2,86 miliar.
Selain itu Kepala Kanwil DJKN Banten, Djanurindro Wibowo, melaporkan pengelolaan aset tumbuh 49,22 persen dibanding 2024, didorong lelang senilai Rp75,72 miliar. “Kami berhasil menyalurkan hibah BMN senilai Rp157,70 miliar untuk pembangunan rumah susun, fasilitas kampus, dan preservasi jalan,” kata Djanurindro. Nilai BMN Provinsi Banten Rp122,78 triliun, didominasi tanah Rp61,44 triliun.
Lisbon menambahkan, “Ke depan, optimalisasi belanja negara dan penerimaan pajak akan terus didorong agar mendukung pembangunan di Banten secara berkelanjutan.” Aim menekankan, “Monitoring dan evaluasi penerimaan pajak akan tetap menjadi fokus agar target tahun depan lebih optimal,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....