Media Sosial Ubah Pola Interaksi Masyarakat
- 06 Jan 2026 13:57 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan secara nyata telah mengubah pola interaksi sosial. Perkembangan teknologi digital yang begitu cepat membuat media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi ruang publik baru dalam membentuk opini, menyebarkan informasi, hingga memengaruhi perilaku sosial.
Pegiat sosial Arif Kirdiat menilai, kehadiran media sosial telah menggeser peran media massa konvensional yang sebelumnya menjadi rujukan utama masyarakat. “Mau tidak mau, suka tidak suka, media massa saat ini sudah masuk masa senja dan media sosial mengambil alih peran tersebut,” ujar Arif saat perbincangan di RRI Banten, Selasa (6/1/2025).
Menurut Arif, perubahan ini terjadi sangat cepat, sementara kesiapan regulasi dan literasi masyarakat masih tertinggal. Pemerintah memang telah memiliki Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, namun implementasinya di lapangan belum optimal. Kondisi ini membuat ruang digital menjadi bebas tanpa kontrol yang jelas.
Lebih lanjut Arif mengatakan, budaya memviralkan informasi tanpa verifikasi telah memicu berbagai persoalan sosial. Informasi yang belum tentu benar dengan mudah menyebar luas dan membentuk opini publik. “Sekarang siapa pun bisa memposting dan memviralkan sesuatu, padahal belum tentu konten itu benar atau sesuai fakta,” katanya.
Selain memicu hoaks, media sosial juga berdampak pada menurunnya interaksi langsung di masyarakat. Budaya gotong royong, musyawarah, dan komunikasi tatap muka perlahan tergeser oleh interaksi berbasis gawai dan grup percakapan digital. Fenomena ini dinilai dapat melemahkan ikatan sosial di lingkungan masyarakat.
Ia berharap media sosial ke depan dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan, tanpa mengikis nilai-nilai sosial yang selama ini menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat. (Nurlela)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....