Kota Serang Terapkan Manajemen Talenta ASN

  • 05 Jan 2026 17:50 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Pola pengisian jabatan aparatur sipil negara (ASN) di Kota Serang mulai bergeser ke sistem berbasis kinerja dan kebutuhan organisasi. Pemerintah kota setempat kini menggunakan manajemen talenta sebagai dasar penataan karier ASN, menggantikan mekanisme konvensional yang memerlukan waktu dan biaya besar.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan manajemen talenta digunakan untuk memastikan pejabat yang menduduki jabatan benar-benar memiliki kinerja terbaik dan mampu menerjemahkan visi misi kepala daerah ke dalam kerja birokrasi. “Manajemen talenta dipakai untuk memilih pejabat secara objektif. Yang dilihat kinerjanya dan kemampuannya menjalankan visi misi. Siapa yang terbaik, itu yang duduk di jabatan,” kata Budi, Senin (6/1/2026).

Menurutnya, sistem ini penting untuk menjaga profesionalisme birokrasi sekaligus menghindarkan intervensi politik dalam pengisian jabatan. Dengan mekanisme berbasis kinerja, penempatan ASN dilakukan lebih terukur dan transparan.

Budi menambahkan, penerapan manajemen talenta juga membuat proses pengisian jabatan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya. Seluruh tahapan dilakukan berbasis sistem digital yang terintegrasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). "Pengawasannya by system. Kita pakai ASN Digital dan SIMATA, sehingga pergerakan karier ASN bisa dimonitor langsung dan tercatat di BKN,” ujarnya.

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menilai langkah Kota Serang sebagai bagian dari perubahan birokrasi menuju sistem merit yang lebih kuat. Manajemen talenta dinilai membantu kepala daerah menata pemerintahan agar bekerja lebih rapi dan efektif. “Kota Serang sekarang sudah memakai manajemen talenta. Ini dibutuhkan bagi kepala daerah yang ingin birokrasi tertata dan pelayanan publiknya lebih baik,” kata Zudan.

Selain meningkatkan kinerja birokrasi, manajemen talenta juga berdampak pada efisiensi anggaran daerah. Proses seleksi jabatan tidak lagi memerlukan waktu panjang dan biaya besar seperti mekanisme sebelumnya. “Dari sisi keuangan juga lebih efisien,” kata Zudan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....