Cuaca Ekstrem Akibatkan Banjir dan Pohon Tumbang di Pandeglang
- 03 Jan 2026 13:54 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Hujan lebat disertai angin kencang memicu rentetan bencana hidrometrologi di Kabupaten Pandeglang, sejak Jumat 2 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang mencatat banjir mulai merendam pemukiman warga di tiga kecamatan, yakni Patia, Sindangresmi, dan Cikeusik dengan ketinggian air rata-rata 30 hingga 40 sentimeter. Selain banjir, kejadian pohon tumbang juga mendominasi laporan kedaruratan akibat cuaca ekstrem yang diprediksi bertahan hingga akhir Januari mendatang.
Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana menyebutkan laporan kedaruratan sejak Jumat malam didominasi insiden pohon tumbang. Salah satu titik terparah berada di Jalan Raya Labuan, Desa Sodong, Kecamatan Saketi, yang sempat memutus total akses lalu lintas. Untuk mengatasi hal tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) telah melakukan evakuasi di lokasi sehingga saat ini jalur tersebut kembali normal.
Baca juga: Banjir Terjang Cilegon, Satu Mobil Warga Hanyut
"Curah hujan diperkirakan masih berlangsung untuk musim hujan ini sampai Januari, tapi kita pantau per hari dan tetap menjalin komunikasi dengan BMKG guna mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang," ucap Nana, Sabtu (3/1/2025).
Sementara untuk banjir, BPBD-PK Pandeglang memetakan terdapat tiga wilayah terdampak luapan air, yakni Desa Idaman di Kecamatan Patia, Desa Pasirdurung di Kecamatan Sindangresmi, dan Desa Sukaseneng di Kecamatan Cikeusik. Meski air mulai masuk ke perkampungan, menurut Nana kondisi saat ini dinilai belum mencapai level signifikan tetapi tetap memerlukan pengawasan ketat.
Berdasarkan data BMKG, wilayah Pandeglang saat ini berada di bawah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Januari. Peringatan dini juga dikeluarkan untuk wilayah perairan, dengan potensi tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Selatan Pandeglang dan Selat Sunda.
Baca juga: Banjir Rendam Tiga Perumahan di Kota Serang
Nana menambahkan, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD-PK saat ini terus berkoordinasi dengan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan aparatur desa setempat. Fokus utama diarahkan pada pendataan Kepala Keluarga (KK) terdampak serta pemantauan debit air secara berkala.
"Potensi tetap ada dan harus diwaspadai, cuaca terutama hujan dan anginnya ini sangat terasa," ujarnya. (Ridwan Maulana).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....