Daycare Bocah Emas Terapkan Pengasuhan Holistik Integratif
- 24 Des 2025 22:30 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Daycare Bocah Emas Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menerapkan konsep pengasuhan dan pembelajaran anak usia dini berbasis holistik integratif. Pendekatan ini menekankan keseimbangan asuh, asih, dan asah dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.
Dosen PG PAUD Untirta, Dian Surya Aprilianti mengatakan, daycare tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak. “Kami tidak hanya mengasuh, tetapi juga memastikan ada proses pendidikan yang terencana sesuai tahap perkembangan anak,” ujar Dian dalam dialog di RRI Banten, Rabu (24/12/2025).
Daycare Bocah Emas berdiri sejak 2017 sebagai respons atas kebutuhan orang tua bekerja, khususnya di lingkungan kampus Untirta. Pada awal berdirinya, layanan ini berawal dari laboratorium kecil sebelum berkembang menjadi ruang belajar yang lebih representatif.
Baca juga: Tamasya, Solusi Penitipan Anak Modern di Kota Serang
Seiring meningkatnya kebutuhan dan antusiasme orang tua, daycare ini kini menampung anak-anak tidak hanya dari lingkungan civitas akademika Untirta, tetapi juga dari masyarakat umum. Meski demikian, jumlah peserta didik tetap dibatasi untuk menjaga kualitas layanan.
Konsep holistik integratif diterapkan melalui penguatan lima aspek perkembangan anak, meliputi bahasa, sosial emosional, fisik motorik, kognitif, serta sains dan matematika. Seluruh aspek tersebut dikemas dalam kegiatan bermain terarah yang disesuaikan dengan usia anak.
Kegiatan harian anak dirancang secara terstruktur, dimulai dari aktivitas transisi pagi, pembiasaan bersama, hingga kegiatan inti yang berpusat pada beberapa area pembelajaran. Anak-anak juga mengikuti jadwal makan, istirahat, dan aktivitas fisik secara teratur.
Baca juga: Bapak dan Ibu Asuh Stunting Kota Serang Dikukuhkan
Daycare Bocah Emas juga menerapkan rasio pendidik dan anak secara ketat. Setiap kelompok usia didampingi oleh tenaga pendidik dengan latar belakang Pendidikan Guru PAUD untuk memastikan proses pengasuhan dan pembelajaran berjalan optimal.
Selain itu, setiap anak menjalani asesmen awal guna memetakan kondisi dan tahap perkembangannya. Hasil asesmen menjadi dasar dalam menentukan pola pendampingan yang sesuai selama anak berada di daycare.
Dian menegaskan seluruh anak mendapat pendampingan sesuai tahapan usia dan kebutuhannya. “Daycare harus menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu mengoptimalkan perkembangan anak,” katanya. (Kartika Rahmi Wijayanti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....