Lomba Edukatif Museum Multatuli Lestarikan Budaya Sejarah

  • 10 Des 2025 18:15 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Museum Multatuli kembali menggelar Program Publik tahunannya melalui Lomba Edukatif Kultural 2025, Selasa (9/12/2025), sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lebak ke-197. Kegiatan ini menjadi agenda rutin sejak tahun 2001 dan selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama kalangan pelajar.

Kepala UPT Museum Multatuli, Ubaidilah Muchtar mengatakan, program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kreatif yang menggabungkan edukasi sekaligus pelestarian nilai budaya dan sejarah.

“Setiap tahun kami menghadirkan program publik, dan pada 2025 ini kami memilih konsep lomba edukatif kultural agar museum semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya di Rangkasbitung, Rabu (10/12/2025).

Baca juga: Museum Multatuli Gelar Lomba Edukatif Kultural

Lomba tahun ini menghadirkan tiga kategori utama, yaitu lomba menggambar untuk siswa sekolah dasar, lomba story telling untuk pelajar SMA, serta lomba vlog yang dibuka untuk umum. Ketiga kategori ini dipilih untuk menyesuaikan minat dan karakter peserta dari berbagai kelompok usia.

Menurut Ubaidilah, penyelenggaraan lomba ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang untuk melihat potensi generasi muda di Kabupaten Lebak. “Lewat kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan daya saing, mengetahui minat siswa, sekaligus memetakan kualitas SDM di Lebak melalui tiga jenis lomba yang kami selenggarakan,” ucapnya.

Antusiasme peserta pada tahun ini tercatat meningkat signifikan. Untuk kategori menggambar, pendaftaran dibatasi hanya 100 peserta karena tingginya minat pelajar SD. Hal serupa juga tampak pada lomba vlog yang mengumpulkan 58 video, serta lomba bercerita yang diikuti 28 peserta dari tingkat SMA.

Baca juga: Museum Multatuli Dorong Wisata Edukatif di Lebak

Menariknya, peserta yang berpartisipasi tidak hanya berasal dari Lebak. Sejumlah peserta tercatat datang dari Jakarta, Bogor, bahkan Sumatra, menunjukkan bahwa Museum Multatuli semakin dikenal sebagai pusat kegiatan edukasi budaya di tingkat nasional.

Pada kategori vlog, panitia menetapkan tema besar “Menyala Musiumku”, dengan syarat seluruh peserta harus membuat konten khusus mengenai Museum Multatuli. Tema tersebut dipilih untuk mendorong generasi muda mengenal museum lebih dekat dan mempromosikannya melalui media digital.

Ubaidilah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk menghidupkan museum sebagai ruang edukasi modern. “Anak muda sekarang sangat dekat dengan media digital. Karena itu, lomba vlog ini kami desain agar mereka bisa mengungkapkan kreativitas sambil memperkenalkan museum kepada publik luas,” katanya.

Baca juga: Festival Seni Multatuli Hadirkan Kolaborasi Lintas Seni

Museum Multatuli juga berharap kegiatan ini bisa terus berkembang di tahun-tahun mendatang. Pihaknya merencanakan format lomba yang lebih kreatif dan inklusif, termasuk keterlibatan komunitas seni, sejarah, dan literasi.

“Kami berharap ke depan peminat program ini semakin meningkat. Museum bukan hanya tempat menyimpan benda sejarah, tetapi juga ruang berkegiatan bagi siapa pun yang ingin belajar dan berkarya,” ucap Ubaidilah.

Dengan terselenggaranya Lomba Edukatif Kultural 2025, Museum Multatuli berharap lebih banyak generasi muda terinspirasi untuk mengenal sejarah lokal, meningkatkan kemampuan kreatif, serta memperluas wawasan budaya melalui berbagai medium yang mereka kuasai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....