Harga Pangan Naik, Inflasi Banten Masih Aman

  • 05 Des 2025 18:41 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Menjelang akhir tahun 2025, inflasi Provinsi Banten tercatat tetap berada dalam kondisi terkendali meskipun tekanan harga dari sejumlah komoditas pangan mulai terasa. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, inflasi year-on-year hingga November berada pada level 2,56 persen, atau hanya sedikit di atas titik tengah target pemerintah sebesar 2,5 persen. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga relatif terjaga menjelang bulan dengan aktivitas konsumsi tertinggi, yaitu Desember.

Ketua Tim Statistik Distribusi dan Harga Pangan BPS Banten, Bambang Widjonarko, menjelaskan bahwa komoditas pangan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi di wilayah tersebut. “Kelompok bahan makanan, minuman, dan tembakau disebut memiliki volatilitas harga tertinggi dibanding kelompok pengeluaran lainnya,” ucapnya.

Beberapa komoditas yang mengalami lonjakan harga pada November dan diperkirakan terus meningkat hingga Desember antara lain cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Intensitas curah hujan yang tinggi diduga mengganggu produksi dan memperlambat distribusi dari sentra-sentra pertanian menuju pasar konsumen. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan pasokan dan memicu kenaikan harga di daerah perkotaan maupun pedesaan.

Meski demikian, ada komoditas yang justru memberikan tekanan deflasi dan membantu menahan laju inflasi Desember. Arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak sepenuhnya mengandalkan telur dan ayam ras dalam program Makan Bergizi Gratis terbukti menurunkan permintaan pada dua komoditas tersebut. Hasilnya, harga telur dan ayam yang sebelumnya melonjak pada September–Oktober, mengalami koreksi pada November dan kemungkinan akan terus stabil pada Desember.

Bambang menegaskan bahwa pemantauan harga harian dan survei mingguan BPS sangat membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah cepat mengantisipasi gejolak harga. “Begitu ada gejala kenaikan harga yang tidak wajar, tim pengendalian inflasi segera bisa memitigasi dan menyiapkan intervensi yang diperlukan,” ujarnya.

Memasuki akhir tahun, masyarakat diimbau agar tidak terburu-buru merespons perubahan harga bahan pangan musiman. Pola konsumsi, pasokan, hingga kondisi cuaca merupakan faktor yang selalu mempengaruhi harga komoditas pangan menjelang Natal dan Tahun Baru. Pemerintah berharap stabilisasi harga dapat terjaga sehingga inflasi Desember tetap berada dalam kisaran yang aman dan tidak mengganggu daya beli masyarakat. (Muntibi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....