Sedang Panen, Irna: Impor Beras Tidak Menghargai Petani
- 30 Mar 2023 16:27 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, wacana pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak 2 juta ton, dianggap tidak menghargai petani yang saat ini justru tengah memasuki musim panen.
“Saat masyarakat petani kami bersuka cita, berlimpahnya beras harus dihargai. Kami berharap, kalau petani kami sedang suka cita, jangan ada impor untuk menghargai petani kita,” kata Irna, Kamis (30/3/2023).
Baca juga:
Dinilai Tak Miliki Urgensi, KTNA Banten Tolak Wacana Impor Beras
Apalagi sebagai salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan tingkat Provinsi Banten dan nasional, kebijakan itu akan memengaruhi kesejahteraan petani Pandeglang lantaran harga beras mereka berpotensi anjlok kala keran impor dibuka.
“Tapi kami edukasi petani kami pasarnya harus dijaga, kan ada demand dan suplai. Nah mereka ini kan harus juga diberikan jalur market-nya harus ke mana, yang penting mereka untung,” ucap bupati.
Disatu sisi, Irna justru mendorong Bulog untuk lebih maksimal dalam menyerap gabah petani. “Saya perintahkan (Dinas) Ketahanan Pangan, suruh Bulog beli dan serap. Jangan sampai petani kami kecewa. Saya minta Bulog untuk serap semuanya hasil produksi pertanian untuk cadangan beras di Banten maupun nasional,” ucap bupati.
Baca juga:
Panen Padi Nusantara di Pandeglang Dilakukan di Kawasan Rawan Banjir
Namun begitu Irna mengaku tidak bisa berbuat banyak apabila wacana itu betul-betul direalisasikan. Pemda akan menghargai keputusan pemerintah pusat yang dianggap mempunyai perhitungan lebih matang untuk menerapkan kebijakan tersebut.
“Tapi kalau memang pusat punya kebijakan dan perhitungan yang lebih matang untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, ya kami harus patuh. Urusan nasional sejuah ini punya kepentingan untuk kepentigan nasional, saya hargai. Tapi jangan sampai masyarakat petani saya kesusahan, kesulitan,” pesan Irna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....