HGN, Momentum Perkuat Persatuan dan Dedikasi Guru

  • 27 Nov 2025 09:36 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum penting bagi para pendidik di Kota Cilegon untuk memperkuat soliditas sekaligus merefleksikan tantangan profesi guru di tengah perubahan zaman. Ketua PGRI Kota Cilegon, Bahrudin menegaskan, peringatan tahun ini kembali meneguhkan posisi guru sebagai penjaga karakter bangsa di era digital yang berkembang sangat cepat.

Dia menyampaikan, PGRI Cilegon merayakan Hari Guru dengan kegiatan sederhana di alun-alun kota. Acara itu mempertemukan seluruh guru lintas jenjang, mulai dari TK, SD, hingga SMP, baik dari sekolah negeri maupun swasta.

“Kami kumpulkan semuanya agar bisa bersilaturahmi. Sehari-hari mereka hanya berada di kelas, sehingga momen ini penting untuk kembali merasakan kebersamaan,” ujarnya dalam Dialog Pagi RRI Pro 1 Banten, Kamis (27/11/2025).

Baca juga: Dindikbud Cilegon Akan Bangun Sekretariat PGRI

Menurut Bahrudin, tema Hari Guru tahun ini selaras dengan misi organisasi profesi guru, yaitu bersama PGRI mewujudkan generasi emas berpendidikan bermutu. Tantangannya bukan hanya perkembangan teknologi seperti digitalisasi dan kecerdasan buatan, tetapi terutama pembentukan karakter siswa di tengah arus informasi yang tak terbendung.

“Guru tidak akan tergantikan oleh teknologi. AI itu statis, sementara guru memahami karakter dan perkembangan peserta didik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola pembelajaran kini menuntut guru untuk terus belajar, terutama dalam memanfaatkan papan digital bantuan pemerintah pusat. Teknologi ini dianggap mampu membuka cakrawala baru dalam proses mengajar, tetapi tetap membutuhkan pendampingan karakter agar siswa tidak terjebak pada penggunaan media digital yang berlebihan.

Baca juga: PGRI Kota Serang Respon Dingin Wacana Kenaikan Gaji Guru

Di sisi lain, PGRI menilai dukungan pemerintah sangat membantu, termasuk kehadiran perangkat digital di sekolah-sekolah. Namun, Bahrudin menegaskan perlunya pelatihan lanjutan agar guru dapat memanfaatkannya secara optimal. “Bukan hanya memberi fasilitas, tapi juga edukasi pemanfaatannya. Guru perlu dibekali kompetensi,” ujarnya.

Ia juga menyambut program nasional sepekan satu hari belajar untuk guru sebagai bentuk keseriusan negara dalam meningkatkan profesionalisme guru. PGRI Cilegon berkomitmen mengawal implementasi program tersebut agar benar-benar dirasakan manfaatnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa peran guru tetap sentral dalam memandu siswa menghadapi derasnya arus teknologi digital, game online, dan media sosial. Karena, guru hadir untuk membentuk moralitas, karakter, dan etika yang tidak dimiliki oleh teknologi. (Trixie Sondang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....