Titik Terparah Sungai Cibanten Jadi Fokus Bersih-Bersih Cibanten
- 15 Nov 2025 00:44 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Aksi Bersih Jilid III Sungai Cibanten yang dilaksanakan Sabtu (15/11)2025) melibatkan relawan, pemerintah dan warga menunjukkan masih adanya titik-titik dengan kondisi berat. Jalur Kidemang–Kenari menjadi fokus utama karena volume sampah yang padat.
Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin mengatakan, dari asesmen dua pekan terakhir, jalur tersebut dipenuhi tumpukan sampah, batang pohon, hingga tembok runtuh.
Meski begitu, ia mengakui dukungan pemerintah mulai terlihat, terutama dari Dinas Cipta Karya, PU Provinsi, dan beberapa instansi terkait yang ikut meninjau lapangan. Kendati demikian, relawan masih mengandalkan tenaga sukarela karena belum ada bantuan perahu maupun peralatan.
Baca juga: Relawan Gelar Aksi Bersih-Bersih Sungai Cibanten Jilid III
Ke depan, relawan merencanakan area di bawah Tol Kidemang sebagai pusat kegiatan sungai, mulai dari olahraga, edukasi, siaga bencana, hingga pengelolaan sampah. Mereka juga menyiapkan program konservasi di sepanjang tepian sungai dengan melibatkan masyarakat dan perusahaan.
“Harapannya nanti bisa berkembang menjadi Festival Kalibanten, sekaligus membuka peluang UMKM di sekitar bantaran sungai,” kata Lulu, Jumat (14/11/2025).
Menurut Lulu, antusias masyarakat kali ini lebih tinggi dibanding dua kegiatan sebelumnya. Pemuda dari sejumlah wilayah seperti Kaloran dan Unyur sudah ikut bersih-bersih sungai, sementara pelajar, mahasiswa, ASN, hingga Basarnas dijadwalkan bergabung pada pelaksanaan besok.
“Ini menunjukkan kepedulian semakin tumbuh. Mudah-mudahan terus berkembang,” katanya.
Baca juga: Hidupkan Kembali Peradaban Sungai Cibanten Lewat Sasaka Cibanten
Lulu mengajak warga untuk hadir dan ikut serta dalam Aksi Arung Kali Cibanten Jilid III. “Titik kumpul di bawah Tol Kidemang. Kita akan bergerak hingga Kaibon sambil mengenalkan titik-titik sejarah. Kalau tidak bisa ikut bersih-bersih, minimal bisa memberi dukungan,” ucapnya.
Ia menegaskan kembali pesan utamanya: jangan menjadikan sungai sebagai tempat sampah dan dorong pemerintah menegakkan aturan.
“Kalau ada yang buang sampah harus diberi sanksi. Bangunan yang melanggar di pinggir sungai harus ditindak. Jangan tebang pilih,” kata dia.