Relawan Gelar Aksi Bersih-Bersih Sungai Cibanten Jilid III

  • 15 Nov 2025 00:29 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Aksi Arung Kali Cibanten Jilid III kembali digelar, Sabtu (15/11/2025), dengan titik start di Jembatan Kidemang dan finish di kawasan Keraton Kaibon, Banten Lama. Kegiatan yang melibatkan relawan, komunitas pecinta alam, pelajar, hingga unsur pemerintah ini menjadi bagian dari gerakan menjaga kebersihan Sungai Cibanten yang kondisinya masih dipenuhi tumpukan sampah.

Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin menyebut, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pembersihan sungai yang sudah dimulai sejak Mei dan Juli lalu. Dari hasil asesmen lapangan, ia menilai kondisi Sungai Cibanten memerlukan penanganan rutin karena tumpukan sampah terus terbawa arus maupun jatuh dari tepian sungai.

“Selang satu bulan saja, sampah sudah menumpuk lagi. Ada pengaruh hujan, tapi juga karena kesadaran masyarakat yang masih rendah,” ujar Lulu, Jumat (14/11/2025).

Baca juga: Pembersihan Sungai Cibanten Libatkan 300 Personel

Ia menilai, pembersihan harus dilakukan secara berkala sampai perilaku warga berubah dan penegakan aturan berjalan tegas. Relawan juga menargetkan tahun ini dapat digelar soft launching Wisata Kalibanten sebagai pintu pembuka pemanfaatan sungai.

Menurut Lulu, Sungai Cibanten memiliki dua segmen wisata. Bagian hulu dinilai cukup layak untuk kegiatan arung jeram, sementara jalur tengah hingga hilir cocok untuk wisata edukasi dan sejarah. Ia menuturkan jalur tersebut dahulu menjadi rute perahu besar Belanda yang mengangkut rempah dari Banten Lama menuju Banten Girang.

“Sejarah seperti ini bisa jadi materi edukasi saat kegiatan susur sungai,” katanya.

Baca juga: Pembersihan Sungai Cibanten Kota Serang Diperluas

Relawan selama ini melakukan sosialisasi sederhana, tetapi jumlah personel yang minim membuat jangkauannya terbatas. Karena itu, mereka menggandeng pemerintah agar edukasi tentang kebersihan sungai dapat dilakukan secara menyeluruh.

Dalam rapat koordinasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan dinas terkait, relawan meminta penataan titik naik-turun perahu serta fasilitas pengangkutan sampah sungai. Lulu menekankan perlunya tindakan tegas terhadap warga atau pihak yang membuang limbah ke sungai, termasuk temuan bongkaran bangunan yang dibuang di wilayah Kidemang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....