DP3AKB Serang Gencarkan Edukasi Konvensi Hak Anak
- 05 Nov 2025 11:10 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Kesadaran masyarakat dan lembaga terhadap hak-hak anak dinilai masih perlu diperkuat. Menyikapi hal itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang menggelar pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) dengan melibatkan lintas sektor.
Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gunawan menjelaskan, kegiatan ini diikuti sekitar seratus peserta dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Forum Anak Kota Serang, Balai Pemasyarakatan (Bapas), Unit PPA Polres Serang Kota, hingga perwakilan kecamatan, kelurahan, puskesmas, rumah sakit, dunia usaha, dan lembaga keagamaan.
“Pesertanya beragam, ada dari bank, Telkomsel, juga dari lembaga keagamaan seperti gereja, vihara, dan DKM. Kita ingin seluruh pihak memahami hak anak karena isu ini tidak bisa ditangani satu instansi saja,” ucapnya Rabu, (5/11/2025).
Menurut Anthon, tema pelatihan difokuskan pada pemahaman Konvensi Hak Anak, agar peserta memahami isi dan penerapannya secara mendalam. Selama ini, banyak pihak yang belum memahami secara utuh isi konvensi tersebut, padahal sudah menjadi pedoman internasional untuk perlindungan anak.
“Tujuan utamanya adalah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pemahaman yang kuat bisa membantu masyarakat dan lembaga bertindak lebih cepat dan tepat dalam menangani kasus,” katanya.
Selain memperkuat kapasitas peserta, pelatihan ini juga berkaitan dengan peningkatan capaian Kota Serang dalam program Kota Layak Anak (KLA). Tahun 2025, Kota Serang berhasil naik peringkat dari Pratama menjadi Madya, setelah menunggu hampir lima tahun.
“Dalam penilaian KLA ada sekitar tiga puluh indikator. Kota Serang memperoleh nilai 670, masuk kategori Madya. Artinya ada peningkatan nyata dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Anthon.
Meski demikian, sejumlah indikator masih perlu diperbaiki, terutama di sektor sarana-prasarana ramah anak. Ia menyebut, ruang bermain anak di alun-alun dan RTH belum terstandarisasi, baik dari sisi fasilitas maupun keamanan. “Kita punya banyak ruang terbuka, tapi belum semua memenuhi standar fasilitas bermain anak. Ini masih jadi pekerjaan rumah,” katanya.
DP3AKB mendorong agar setiap unsur yang hadir dalam pelatihan ini bisa menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, memperkuat jejaring perlindungan anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak di Kota Serang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....