Penguatan Literasi dan Inovasi Melalui Workshop Pendidikan Regional

  • 30 Okt 2025 11:47 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Pemerintah Kabupaten Lebak bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Workshop Pendidikan Regional Kabupaten Lebak dengan tema “Penguatan Literasi melalui Pembelajaran Mendalam dan STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika)”.saing Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Karisma Jujuluk, Kamis (30/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa, Widyaprada Ahli Utama Direktorat SMP Kemendikdasmen, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Ketua PGRI Lebak, serta para kepala sekolah dan guru SMP se-Kabupaten Lebak.

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara dan peserta yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan peningkatan mutu pendidikan ini. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan semangat bersama dalam membangun kualitas pendidikan di daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Mari kita bersama-sama terus bersemangat membangun dunia pendidikan di Kabupaten Lebak, karena pendidikan adalah inovasi yang paling cepat dalam rangka kita keluar dari kemiskinan,” ujar Amir Hamzah.

Lebih lanjut, Amir menilai kegiatan penguatan literasi dan penerapan STEM menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi pendidikan di era modern. “Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap muncul generasi muda Lebak yang cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa menjelaskan bahwa workshop ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap rendahnya kemampuan membaca, berhitung, dan pemahaman sains siswa di Indonesia, khususnya di daerah, dibanding negara-negara lain di Asia.

“Maka, sangat relevanlah workshop pendidikan yang kita laksanakan hari ini sebagai ikhtiar bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk mengejar ketertinggalan pendidikan tersebut. Apalagi kita sekarang sudah bertekad mensukseskan wajib belajar 13 tahun sejak usia dini (PAUD),” ujar Adde Rosi Khoerunnisa.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan para praktisi pendidikan guna menciptakan sistem pembelajaran yang lebih efektif, berorientasi pada literasi dan inovasi menuju pendidikan Lebak yang unggul dan berdaya saing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....