Pemetaan Partisipatif Perkuat Rehabilitasi Mangrove di Banten
- 18 Sep 2025 18:47 WIB
- Banten
KBRN, Serang : Rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Banten kini diperkuat dengan teknologi pemetaan partisipatif menggunakan Open Street Map (OSM). Inovasi ini dihadirkan melalui program Mangrove Blue Carbon hasil kolaborasi Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), PT Asahimas Chemical (ASC), Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Yayasan Lestari Alam Kita (SALAKA), serta didukung HOT OSM Asia-Pacific.
Ketua Tim Mangrove Blue Carbon Banten, Adi Susanto, menjelaskan pemanfaatan OSM memudahkan seluruh pihak untuk mendokumentasikan perkembangan rehabilitasi mangrove secara terbuka dan terkini. “Perkembangan aktivitas rehabilitasi dapat diperbarui langsung oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan. Hal ini penting agar kondisi mangrove terdokumentasi dengan baik,” kata Adi Susanto, Kamis (18/9/2025).
Perwakilan HOT OSM Asia-Pacific, Harry Mahardika, menambahkan OSM dipilih karena sifatnya yang gratis, terbuka, dan kolaboratif. Menurutnya, data dapat diakses siapa saja, serta kompatibel dengan aplikasi GIS dan ponsel pintar, sehingga pengumpulan informasi lapangan menjadi lebih efektif. “Dengan cara ini, keberlanjutan pemutakhiran data akan lebih terjamin,” ujarnya.
Manajer Program KEHATI, Toufik Alansar, menyebut penerapan OSM untuk ekosistem mangrove di Banten menjadi yang pertama di Indonesia. “Kolaborasi ini membuktikan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan agar manfaat program Mangrove Blue Carbon dapat dirasakan luas,” ucapnya.
Dukungan juga datang dari PT ASC yang berkomitmen mendukung penuh program berbasis teknologi ini. Nendi Pebriadi, perwakilan perusahaan, mengatakan OSM memberi manfaat signifikan dalam pengelolaan program mengatakan. “OSM membuat informasi lebih mudah diakses secara up to date, baik untuk monitoring maupun evaluasi,” katanya.
Program ini mendukung target Pemerintah Provinsi Banten meningkatkan luas tutupan mangrove, memperkuat habitat pesisir, dan mendorong mitigasi perubahan iklim. Model pemetaan partisipatif tersebut diharapkan dapat direplikasi di wilayah pesisir Indonesia lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....