Cuaca Buruk, Nelayan Pandeglang Kesulitan Dapatkan Ikan
- 16 Sep 2025 13:17 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Aktivitas nelayan di Kabupaten Pandeglang menurun drastis akibat cuaca ekstrem sejak bulan Agustus lalu. Kondisi ini membuat tangkapan ikan harian di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Teluk Labuan hanya di bawah satu ton, jauh lebih sedikit dibanding kondisi normal.
Seorang nelayan di Teluk Labuan, Rudi mengatakan banyak rekannya memilih tidak berangkat melaut karena khawatir gelombang tinggi. Adapun Nelayan yang tetap melaut hanya mencari ikan di pesisir, tidak sampai ke tengah laut. Hasil tangkapan pun berkurang drastis, dari biasanya satu ton kini bahkan tidak mencapai setengahnya.
Banyak nelayan yang tidak turun ke laut memanfaatkan waktu dengan memperbaiki jaring, memperbaiki kapal, atau mencari penghasilan tambahan melalui usaha kecil. Menurut Rudi sebagian keluarga nelayan berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan berjualan makanan, membuka warung, hingga mengolah ikan asin.
“Ada yang istrinya jualan bakso, warungan, atau menjual ikan asin. Ada juga yang mengandalkan tabungan untuk bertahan,” kata Rudi, Selasa (16/9/2025).
Baca juga: BMKG Ingatkan Warga Banten Waspadai Hujan Hari Ini
Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, Uun Junandar membenarkan kondisi tangkapan ikan yang menurun tersebut. Menurutnya dari sekitar 10 ribu nelayan yang ada, diperkirakan 40 persen tidak melaut.
Data produksi tahun 2024 mencatat total tangkapan ikan mencapai 37 ribu ton atau rata-rata 3.100 ton per bulan. Adapun tahun ini menurut Uun, belum ada laporan resmi untuk September, namun tren produksi jelas turun akibat tingginya gelombang di perairan selatan.
“Untuk yang tidak melaut di bulan ini mencapai sekitar 40 persen. Dari total sekitar 10 ribu nelayan, banyak yang menahan diri karena cuaca tidak bersahabat,” ujarnya.
Baca juga: BMKG Peringatkan Nelayan Banten Waspadai Gelombang Tinggi
Menurutnya kondisi ini menunjukkan betapa rentannya ekonomi pesisir terhadap faktor cuaca. Minimnya alternatif penghasilan membuat nelayan mudah terdampak, sementara ketergantungan penuh pada hasil laut berisiko menimbulkan masalah kesejahteraan ketika musim ekstrem datang. (Ridwan Maulana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....