Tanamkan Nilai Pancasila, Cegah Kekerasan Terhadap Anak

  • 01 Jun 2025 12:45 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk di Banten yang masuk dalam 10 besar provinsi dengan jumlah kasus kekerasan anak terbanyak. Berdasarkan data Simfoni PPA tahun 2024, terdapat 690 kasus kekerasan anak di Banten, dan 493 di antaranya merupakan kekerasan seksual.

Aktivis perlindungan anak, Hana Maulida, menegaskan salah satu upaya penting untuk mencegah kekerasan terhadap anak adalah dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua, yaitu "Kemanusiaan yang adil dan beradab".

“Kemanusiaan itu adalah memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Kalau kita memaknai itu dengan sederhana, insyaallah tidak akan terjadi kekerasan,” ujar Hana kepada RRI Banten dalam program Idola Anak Minggu, (1/6/2025).

Ia menambahkan, penanaman nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan menjadi teladan dalam bersikap adil dan beradab. “Misalnya, orang tua jangan gengsi meminta maaf kepada anak. Itu bukan hal hina, tapi bentuk mengajarkan pertanggungjawaban,” ujar Hana.

Di lingkungan sekolah, Hana menekankan pentingnya keteladanan dari guru dan semua orang dewasa dalam membentuk budaya saling peduli. “Sekolah harus netral saat menangani kasus kekerasan. Baik korban maupun pelaku adalah anak-anak yang tetap perlu dilindungi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengingatkan tantangan besar saat ini adalah ketergantungan anak pada gawai, yang bisa menghilangkan kehangatan dan komunikasi dalam keluarga. Sebagai penutup, Hana berpesan kepada orang tua agar menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak untuk bercerita. “Kalau anak sudah nyaman bercerita, insyaallah kita bisa melindungi mereka di mana pun berada,” ucapnya. (Nurlela)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....