Masyarakat Harus Waspada DBD Saat Musim Pancaroba

  • 20 Mei 2025 09:43 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Memasuki musim pancaroba, masyarakat Kabupaten Lebak diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lebak, Rochmat Puji Raharjo, menyebutkan musim peralihan sangat mendukung siklus hidup nyamuk Aedes aegypti. “Nyamuk Aedes ini berkembang sangat cepat saat pancaroba. Dalam waktu 10 hari, dari telur bisa jadi nyamuk dewasa,” ujar Rochmat kepada RRI Banten, Senin (20/5/2025).

Rochmat menjelaskan, satu nyamuk betina bisa bertelur hingga 100 telur yang mampu bertahan dalam kondisi kering hingga enam bulan. Telur akan menetas ketika terkena air, menjadi jentik, lalu berkembang menjadi pupa dan akhirnya nyamuk dewasa.Ia menambahkan, nyamuk Aedes aegypti memiliki kebiasaan menggigit pada pagi hingga sore menjelang petang, berbeda dengan nyamuk malam hari. “Masyarakat perlu tahu, satu nyamuk bisa menggigit enam kali. Jadi dari satu orang yang sakit, bisa menularkan ke enam orang lainnya,” ujarnya.

Meski kasus DBD di Lebak menurun tahun ini, masyarakat diminta tetap waspada. “Kita sudah keluarkan surat edaran kepada OPD dan kepala desa sejak 2024. Ini untuk menekan angka kasus agar tidak melonjak kembali,” katanya.

Ia mengajak masyarakat mengenali ciri nyamuk DBD. “Badannya kecil, warnanya hitam dengan bintik putih di tubuh dan kaki,” ucap Rochmat.

Langkah preventif seperti pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, dan edukasi kesehatan terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten Lebak melalui visi "Lebak Hegar" menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai pilar utama pencegahan DBD.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....