Pemkot Cilegon Berikan Pelatihan dan Kursus Bahasa Bagi Pekerja

  • 30 Jan 2023 20:58 WIB
  •  Banten

KBRN, Cilegon: Dorong penyerapan calon tenaga kerja yang akan ke luar negeri agar maksimal, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan membekali calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan pelatihan dan kursus bahasa asing. Dengan demikian, maka PMI asal Kota Cilegon dapat bersaing dengan PMI dari luar Kota Cilegon.

"Ia seperti dengan pemerintah Jepang, pemerintah Jerman, Korea Selatan. Misalkan contoh dengan pemerintah Jepang kerjasamanya tenaga kesehatan melalui pemerintah pusat melalu Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), lalu yang dibutuhkan berapa dan dari Cilegon bisa ngirim berapa gitu," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Cilegon, Panca Nugrahestianto Widodo di kantornya, Senin (30/1/2023).

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan lantaran potensi penyerapan tenaga kerja asal Cilegon lewat program pemerintah pusat. Seperti BP2MI ke luar negeri sangat besar, hal itu terungkap dari kerjasama Government to Government (G to G) yang telah dijalin antara pemerintah dengan sejumlah negara. Seperti Jepang, Korea Selatan dan Jerman.

"Maka tidak hanya pendidikannya saja, tetapi harus bisa berbahasa asing bisa berbahasa Jepang walaupun tingkat kemahirannya berbeda -beda. Itu yang akan kita tempuh," katanya.

Sementara, ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Cilegon, Faturohmi mendukung pengiriman tenaga kerja ke luar negeri. Namun demikian, dirinya meminta kepada Pemkot Cilegon sebelum dikirim ke luar negeri, tenaga kerja asal Cilegon agar dibekali kemampuan berbahasa asing dan dibekali tentang kultur masyarakat negara tujuan.

"Kita mendukung kaitan dengan pengiriman tenaga kerja Cilegon ke luar negeri. Namun yang paling penting mereka harus berkemampuan bahasa dan dibekali wawasan tentang kultur masyarakat di negara tujuan," kata Faturohmi.

Meski begitu, Faturohmi mengaku tidak akan melepas tenaga kerja begitu saja ke luar negeri. Namun dirinya akan mengawasi agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan terhadap tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri tersebut.

"Dorongan kami adalah mendukung program pemerintah, tetapi kita akan melihat apakah mereka (tenaga kerja) sudah dibekali atau belum kaitan kemampuannya. Maka kita tidak akan melepas begitu saja dan akan mengawasi terkait proses pengirimannya," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....