Insiden Kapal di Merak, ASDP Lakukan Perbaikan Cepat
- 20 Mar 2025 11:09 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pascainsiden Kapal Penyebrangan Penumpang (KMP) Port Link III yang menabrak Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Senin (17/3/2025). PT ASDP Merak bergerak cepat melakukan perbaikan infrastruktur yang terdampak.
General Manager PT ASDP Merak, Rudi Sunarko mengungkapkan tim teknik telah diterjunkan untuk memperbaiki kerusakan, termasuk Moveable Bridge (MB) dan beberapa komponen lainnya. “Kami langsung mengundang teknisi hidrolik dan sipil untuk memperbaiki kerusakan. Pekerjaan ini dilakukan selama 24 jam dengan sistem shift dan ditargetkan selesai dalam tujuh hari,” ucap Rudi saat dialog pagi RRI Banten, Kamis (20/3/2025)..
Meskipun mengalami benturan cukup keras, kapal tetap dapat beroperasi setelah insiden terjadi. Pihaknya memastikan seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman tanpa ada korban jiwa. “Setelah insiden, kapal kami arahkan ke Dermaga 7 untuk melakukan unloading. Dalam proses ini, tidak ditemukan masalah pada mesin maupun navigasi kapal,” ujar Rudi.
Insiden ini sempat menyebabkan penghentian operasional di Dermaga Eksekutif selama delapan jam, dari pukul 11.00 WIB hingga 19.00 WIB. Namun, layanan di dermaga lainnya tetap berjalan dengan beberapa pembatasan. “Saat ini, kendaraan logistik hanya diperbolehkan hingga golongan 5B. Sementara kendaraan pribadi tetap bisa beroperasi normal,” kata Rudi.
Meskipun penyebab pasti insiden ini masih dalam tahap investigasi, Rudi menegaskan kapal dalam kondisi laik laut sebelum kejadian. “Kapal ini sudah mendapatkan izin berlayar dari regulator sebelum berangkat dari Bakauheni dan tiba di Merak dengan selamat. Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Menjelang musim mudik Lebaran 2025, PT ASDP Merak memastikan kesiapan operasional pelabuhan. Selain itu, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik. “Target kami, perbaikan selesai sebelum tanggal 24 agar MB bisa kembali digunakan. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal guna menghindari antrean panjang,” ucap Rudi.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak pengelola pelabuhan akan memperketat prosedur keselamatan dan evaluasi teknis agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga dan ke depannya operasional pelabuhan bisa semakin aman dan efisien,” ujar Rudi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....