Mengenal Tornado, Puting Beliung dan Bahaya Angin Kencang

  • 04 Feb 2025 11:07 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang : Tornado dan puting beliung memiliki kemiripan dalam bentuk dan kekuatan angin yang sangat kencang, namun keduanya berbeda dalam hal lokasi, ukuran, dan dampaknya.

Menurut Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara, Hary Tirto, terjadinya fenomena tornado atau angin puting beliung pada umumnya terbentuk ketika massa udara yang panas dan lembap bertemu dengan udara yang lebih dingin dan kering. Ketika perbedaan suhu ini cukup besar, maka terjadi perputaran udara yang sangat cepat yang membentuk pusaran angin yang dapat merusak.

"Tornado laut, yang sering disebut sebagai waterspout, adalah fenomena angin berputar yang terbentuk di atas permukaan air laut atau perairan besar seperti danau. Waterspout terbentuk ketika udara panas yang lembab bertemu dengan udara dingin, yang menciptakan ketidakstabilan atmosfer," ucapnya, Selasa (4/1/2025).

Secara fisik, tornado laut ini biasanya lebih kecil dan lemah dibandingkan puting beliung daratan. Kecepatan anginnya biasanya lebih rendah, sehingga kerusakannya lebih minimal. Waterspout lebih sering terlihat di daerah tropis dan subtropis, dan cenderung berlangsung singkat, hanya beberapa menit, sebelum akhirnya hilang atau menghilang begitu saja. Meskipun demikian, tornado laut bisa cukup berbahaya bagi kapal atau instalasi yang berada di sekitar lokasi fenomena tersebut.

Sedangkan Puting beliung yang terjadi di daratan lebih berpotensi menimbulkan bencana besar, menghancurkan bangunan, merusak infrastruktur, dan menyebabkan banyak korban jiwa serta kerugian materi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....