Diguyur Hujan Semalaman, Pandeglang Dikepung Bencana
- 03 Jan 2023 14:12 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu satu malam, menyebabkan sejumlah Kabupaten Pandeglang dilanda sejumlah bencana alam. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga jalan amblas.
Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang, Ade Mulyana menyebut, data sementara pihaknya mencatat ada 16 desa di 6 kecamatan yang terendam banjir.
“Di Kecamatan Munjul ada 4 desa yang terendam, Panimbang 3 desa, Sobang 5 desa, Cigeulis 2 desa, Kecamatan Sukaresmi, dan picung masing-masing 1 desa. Ketinggiannya bervariasi, bahkan ada yang sudah mencapai pinggang orang dewasa,” katanya, Selasa (3/1/2023).
Baca juga:
Diguyur Hujan Semalaman, Jalan Raya Picung-Munjul Sepanjang 30 Meter Amblas
Selain banjir, pihaknya juga mencatat terjadi pergerakan tanah dan tanah longsor didua kecamatan.
“Di Jalan Raya Picung-Munjul, tepatnya di Kecamatan Sindangresmi itu jalan amblas sekitar 30 meter tepat di Kampung Angsana, Desa Ciodeng, dan tanah longsor yang menutupi jalan, di Kampung Salampak, Desa Pasirtenjo. Jarak antara longsor dan jalan amblas hanya sekitar 4 kilometer. Dan di Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul juga ada jalan amblas,” ucapnya.
“Dan di Kampung Rancawalang RT 003/RW 003, Desa Manglid, Kecamatan Cibitung, sebuah rumah warga roboh disapu angin kencang,” kata Ade.
Baca juga:
Selain Amblas, Jalan Picung-Munjul Juga Tertutup Longsor
Dirinya menjelaskan, belum mengetahui jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Sebab saat ini masih dilakukan pendataan.
“Tapi potensi meluas bisa saja, karena intensitas hujan diperkirakan masih tinggi sampai beberapa hari kedepan,” ujar Ade.
Sementara Plt Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Asep Rahmat menambahkan, menyikapi terpaan bencana yang terjadi diawal tahun, pihaknya sudah menerjunkan petugas untuk membantu korban sekaligus menginventarisir jumlah jiwa serta fasilitas lain yang terdampak.
“Sebagai sekretariat bencana, kami sudah melakukan tindakan-tindakan. Yang banjir karena masyarakat menginginkan masih tinggal di rumahnya, tidak masalah, nanti kami kirim bantuan dengan Dinsos. Kami juga sudah menyiapkan perahu karet dan penanganan evakuasi. Termasuk juga mengedukasi masyarakat,” kata Asep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....