Tiga Hari Terendam Banjir, Warga Patia Mulai Ungsikan Barang Berharga
- 27 Des 2022 10:54 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Bencana banjir melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang. Banjir terjadi sejak Minggu (25/12/2022) malam akibat luapan Sungai Cilemer itu yang menyebabkan ratusan rumah terendam.
Kepala Desa Idaman, Ilman menuturkan, banjir paling parah terjadi di Kampung tajur dan Sindang Rahayu dengan ketinggian mencapai 1 meter. Sedikitnya 428 Kepala Keluarga, 1.712 jiwa terdampak. Bukan hanya itu, Ilman menyebut banjir juga merendam ratusan hektare sawah siap panen, dua unit sekolah, dan sebuah jembatan.
“Semua akses jalan terputus. Jembatan yang terendam juga kondisinya sudah rusak, pecah-pecah,” katanya kepada RRI, Selasa (27/12/2022).
Namun begitu, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing. Akan tetapi beberapa diantaranya sudah mengungsikan barang-barang berharganya ke tempat yang lebih aman menggunakan alat seadanya.
“Warga sementara ini belum mengungsi, baru barang-barang berharganya saja sudah diungsikan pakai alat seadanya. Kalau sudah 1,5 meter, warga akan kami ungsikan,” ujar dia.
Meski sudah terendam tiga hari, namun sampai saat ini belum ada bantuan yang didistribusikan ke Desa Idaman. Padahal warga mulai kekurangan logistik, akibat daerah mereka yang terisolir.
Salah satu yang dibutuhkan adalah perahu karet untuk mengungsikan warga apabila air semakin tinggi. Mengingat hingga kini curah hujan di lokasi masih terjadi dan diprediksi masih berlangsung dalam beberapa hari kedepan.
“Bantuan logistik juga belum ada. Harapan saya, ada perahu rutin yang stand by di (Desa) Idaman untuk mengantisipasi warga mengungsi khawatir air semakin besar. Setidaknya enam perahu karet disiapkan di Desa Idaman,” jelasnya.
Salah seorang warga Desa Idaman, Supri mengaku ketinggian air semakin meningkat dalam dua hari terakhir. Sayangnya, warga belum mendapat bantuan.
“Kami berharap ada bantuan, terutama logistik, sembako, pampers untuk anak-anak, dan ibu-ibu juga membutuhkan air bersih,” ucap dia.
Supri mengatakan, dia bersama warga lainnya masih bertahan untuk menjaga barang-barang berharga di rumah. Lagipula, warga kesulitan untuk mengungsi lantaran ketiadaan sarana untuk mengangkut.
“Kami masih bertahan karena tidak ada angkutan,” katanya.
Warga berharap pemerintah mencarikan solusi untuk mengatasi banjir di Desa Idaman yang selalu terjadi setiap musim hujan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....