Sekolah Diharap Transparan Tindak Lanjut Kasus Kekerasan Anak

  • 18 Nov 2024 07:44 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kakak Aman, sebuah gerakan yang fokus pada perlindungan anak, menegaskan pentingnya transparansi sekolah dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak. Hana Maulida, penggagas Kakak Aman, menekankan bahwa apabila ada indikasi kekerasan terhadap anak, sekolah harus segera bertindak dengan bijak dan transparan.

“Ketika ada indikasi kekerasan, langkah pertama adalah mengonfirmasi dengan pihak sekolah. Sekolah seharusnya menyambut laporan tersebut secara terbuka, bukan malah menutupinya,” ujar Hana dalam Program Idola Anak di RRI, Kamis (17/11/2024).

Ia menyampaikan bahwa kecenderungan beberapa sekolah untuk menutupi kasus hanya akan memperburuk situasi. “Sekolah yang menangani kasus dengan baik justru patut diapresiasi, bukan dijauhi,” katanya.

Menurut Hana, tindakan berikutnya adalah melaporkan kasus ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPT PPA) yang ada di setiap kabupaten atau kota. UPT PPA memberikan penanganan yang lebih ramah anak dibandingkan laporan langsung ke pihak kepolisian. “UPT PPA lebih mengutamakan kondisi psikologis korban, sementara polisi biasanya fokus pada proses hukum pelaku,” ucapnya.

Rio Andika, Koordinator Kakak Aman, menambahkan bahwa gerakan mereka berfokus pada pencegahan kekerasan dengan mengedukasi anak-anak di sekolah. “Kami selalu berkomunikasi dengan guru dan anak, memastikan anak merasa aman untuk bercerita,” ujar Rio.

Dia menekankan bahwa edukasi preventif adalah langkah penting agar anak-anak berani berbicara tentang hal-hal yang tidak menyenangkan yang mereka alami. Kakak Aman mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan tidak diam ketika menyaksikan kasus kekerasan pada anak. Menurut Rio, salah satu peran orang dewasa di lingkungan adalah berani bertindak ketika melihat kekerasan terjadi. “Tegur pelaku dan laporkan ke pihak yang berwenang. Kita harus memastikan keamanan anak,” katanya.

Gerakan Kakak Aman juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat sebagai relawan. Namun, Rio menegaskan bahwa menjadi relawan memerlukan pelatihan khusus, termasuk pemahaman tentang kode etik berinteraksi dengan anak. “Kami ingin memastikan bahwa setiap relawan memahami cara yang tepat untuk melindungi anak,” ucap Rio.

Dengan adanya gerakan seperti Kakak Aman, diharapkan masyarakat, termasuk pihak sekolah, semakin peduli terhadap isu kekerasan anak dan tidak ragu untuk melaporkan kasus tersebut demi perlindungan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....