Sentra Industri Gerabah di Ciruas Miliki Kualitas Ekspor

  • 14 Nov 2024 23:07 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Sentra industri gerabah di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, telah menjadi pusat kerajinan sejak berabad-abad yang lalu. Salah satu pengrajin lokal, Jahidi telah mengelola usaha ini sejak tahun 1997 dan aktif dalam setiap tahap produksi hingga pengiriman gerabah ke berbagai daerah hingga luar negeri (ekspor).

Proses pembuatan gerabah dimulai dari pengambilan tanah liat yang kemudian dipadatkan dan dibentuk. Tahap akhir produksi sangat dipengaruhi oleh cuaca karena pengeringan memakan waktu 1 hingga 2 bulan. Produk gerabah dari Ciruas kerap dikirim ke daerah seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, hingga Bandung.

Selain itu, menurut Jahidi setiap hari memproduksi 10 hingga 20 gerabah, namun kendala utama muncul saat musim penghujan karena proses penjemuran terhambat dan bahan baku seperti pasir dan kayu bakar sulit diperoleh. Tantangan ini kerap mempengaruhi jumlah produksi dan ketepatan pengiriman.

Produk yang dihasilkan meliputi tembikar dan kowi untuk peleburan emas, yang paling banyak diminati konsumen dari Bogor, Jakarta, dan Sumatra. Gerabah dari Ciruas memiliki nilai tradisional yang kuat dan menjadi ciri khas daerah. "Bikinnya kadang 10, 15, 20, di model model yang besar yang kecil, yang lagi laku yang lagi cepet kowi namanya, ada yang manggil tembikar musang," ujarnya, Kamis (14/11/2024).

Sayangnya, hingga kini para pengrajin seperti Bapak Jahidi belum menerima dukungan dari pemerintah. Dengan pendapatan yang tidak menentu, ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk pengembangan usaha ini agar industri gerabah Ciruas dapat bertahan dan semakin diminati di dalam maupun luar negeri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....