Menggali Filosofis dalam Kesenian Debus
- 24 Okt 2024 20:59 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pengajar Kesenian Debus di SMAN 1 Ciomas, Nia Kurniawati mengatakan, pentingnya melestarikan kesenian debus. Hal tersebut disampaikan dalam program Obrolan Budaya RRI, Kamis (24/10/2024).
Nia menyebut debus merupakan kesenian asli Banten yang menampilkan silat dan pertunjukan aksi kekebalan tubuh. Disamping itu debus merupakan kesenian yang mengedepankan keyakinan.
“Debus harus memiliki keyakinan dan debus juga dalam sejarahnya menjadi pengenalan ajaran agama Islam,” kata Nia.
Ia juga menyebut debus merupakan seni pertunjukan yang mengedepankan aksi kekebalan. Nia juga menyebut debus dibagi menjadi dua kategori.
“Debus dibagi dua, ada debus basah dan dan debus kering, dimana debus basah adalah debus yang melukai diri, sedangkan debus kering merupakan kekebalan ketika disayat, ditusuk atau ketika menggunakan golok,” katanya
Nia juga memaparkan alat yang biasa digunakan saat pertunjukan debus dilakukan, diantaranya Almadar paku Banten, tusuk jarum, golok, dan beling.
“Almadar adalah paku yang diperbesar agar mudah ketika dipukul, biasanya diarahkan ke badan, kemudian dipukul,” ucapnya.
Sebelum melakukan debus pemain melakukan ritual khusus. Nia juga menyebut ritual debus ada dua, yang pertama ilmu hitam dan putih. Yang putih menggunakan zikir, zikir dilakukan selama enam malam.
“Zikir surat Al Fatihah dan surat Al-Ikhlas dilakukan selama enam hari, zikir yang dilakukan kemudian di tes, jika gagal makan harus diulang kembali proses zikirnya,” ucap Nia.
Nia juga mengungkapkan bahwa orang biasa dapat melakukan aksi debus, namanya adalah debus ilmu tempel.
“Orang biasa juga dapat melakukan debus, ritualnya adalah orang tersebut minum air yang sudah didoakan, kemudian diminum terhadap orang tersebut,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....